HarianBorneo.com, SAMARINDA — Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, menilai bahwa masa 100 hari kerja Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji merupakan fase awal dalam implementasi visi-misi yang telah dituangkan ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Hari ini rancangan RPJMD dari provinsi akan diserahkan ke DPRD untuk dibacakan dalam rapat paripurna dan nantinya disampaikan ke masing-masing fraksi,” ujar Ananda, Senin (26/5).
Politisi PDI Perjuangan itu menyebut bahwa RPJMD merupakan acuan utama dalam merealisasikan program-program prioritas yang telah dicanangkan gubernur dan wakil gubernur. Ia menegaskan bahwa proses ini merupakan penyesuaian anggaran berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) dan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dari Kementerian Dalam Negeri.
Ananda menyampaikan bahwa fokus utama Pemprov Kaltim saat ini berada pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Ketiga sektor tersebut, lanjutnya, sudah mulai dijalankan dan telah disampaikan ke DPRD.
Ia juga menyinggung program unggulan Pemprov seperti Gratispol (Pendidikan dan Kesehatan Gratis) dan Jospol (Jaminan Sosial dan Pembangunan Infrastruktur). Menurutnya, fraksi PDI Perjuangan akan memberikan apresiasi atas capaian yang positif, namun tetap akan menyampaikan kritik membangun terhadap program yang dinilai belum optimal.
“Fraksi PDI Perjuangan akan memberikan apresiasi atas capaian yang baik, namun juga tak segan memberi kritik membangun terhadap program yang belum optimal,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai percepatan kinerja dalam 100 hari pertama pemerintahan Rudy Mas’ud dan Seno Aji, Ananda menyampaikan tanggapan diplomatis.
“Masih dalam proses. Kita tahu Pak Gubernur orangnya luar biasa. Beliau memberikan waktu dan prioritas untuk Kaltim. Kita lihat dulu bagaimana realisasinya,” ucapnya.
Ananda pun mengajak seluruh pihak untuk memberi ruang dan waktu agar program-program yang dirancang dapat berjalan maksimal sesuai perencanaan.
“Kita akan terus kawal, yang baik kita dukung, yang kurang kita beri masukan,” pungkasnya. (DPRDKaltim/Adv/IKH).











