Desa Terapung Melintang, Tempat Wisata yang Menggabungkan Ikan Segar dan Budaya Kutai

- Jurnalis

Jumat, 24 November 2023 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Desa Terapung Melintang, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara. (Foto: Ist)

Desa Terapung Melintang, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara. (Foto: Ist)

HarianBorneo.comTENGGARONG – Anda suka wisata yang unik dan menarik? Anda bisa berkunjung ke Desa Terapung Melintang, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Desa ini merupakan salah satu desa terapung yang berada di tepi Danau Melintang, danau terluas di Kalimantan Timur.

Desa ini memiliki sekitar 300 rumah yang dibangun di atas tiang-tiang kayu atau rakit-rakit yang mengapung di permukaan danau. Desa ini dihuni oleh sekitar 1.500 jiwa, yang sebagian besar berasal dari suku Banjar. Mereka hidup dari hasil perikanan, pertanian, dan perdagangan.

Desa Terapung Melintang dikenal sebagai surga ikan air tawar, karena memiliki berbagai jenis ikan yang melimpah dan berkualitas. Beberapa jenis ikan yang menjadi andalan desa ini adalah ikan baung, toman, gabus, patin, nila, dan sepat. Ikan-ikan ini tidak hanya dikonsumsi oleh warga desa, tetapi juga dijual dan didistribusikan ke berbagai kota di Kalimantan Timur.

Kepala Desa Terapung Melintang, Muhdi, mengatakan bahwa dalam sehari, desanya bisa mengirim sekitar 2 ton ikan hidup ke pasar-pasar di kota-kota tersebut. Jumlah ini bisa meningkat hingga 10 ton saat musim panen ikan tiba.

“Ikan hidup dari sini dikirim rutin setiap hari, rata-rata satu pengepul bisa mengirim ikan 200 kilogram (kg). Kalau ada 10 orang kan berarti ada sekitar 2 ton ikan per hari,” ujarnya, Jumat (24/11/2023).

Selain sebagai penghasil ikan, Desa Terapung Melintang juga memiliki potensi wisata yang menarik. Di sini, pengunjung bisa menyaksikan kehidupan dan tradisi masyarakat desa yang masih melestarikan budaya Kutai.

Salah satu tradisi yang masih dilestarikan adalah upacara adat Kenohan, yaitu upacara syukuran yang dilakukan setiap tahun pada bulan Juni atau Juli. Upacara ini bertujuan untuk memohon keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Desa ini juga memiliki beberapa objek wisata yang layak dikunjungi, seperti Masjid Jami’ Melintang, yang merupakan masjid tertua di desa ini. Masjid ini dibangun pada tahun 1920 dan memiliki arsitektur khas Kutai. Masjid ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial warga desa.

Selain itu, ada juga Museum Banjar, yang merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan masyarakat Banjar yang pernah bermukim di desa ini. Museum ini berada di rumah panggung milik salah satu tokoh masyarakat Banjar, yaitu Haji Abdul Karim.

Tak ketinggalan, ada juga Taman Bunga Melintang, yang merupakan taman bunga yang dikelola oleh warga desa. Taman ini memiliki berbagai jenis bunga yang indah dan harum, seperti mawar, melati, anggrek, dan lain-lain. Taman ini juga menjadi tempat bersantai dan berfoto bagi para pengunjung.

Selain itu, pengunjung juga bisa mencicipi berbagai kuliner khas desa Melintang, seperti ikan patin bakar, ikan gabus asam manis, ikan nila goreng, sayur labu siam, dan sambal terasi. Semua hidangan ini dibuat dari bahan-bahan segar yang didapat dari danau dan kebun.

Untuk mengunjungi Desa Terapung Melintang, pengunjung bisa menggunakan transportasi darat atau air. Jika menggunakan transportasi darat, pengunjung bisa menempuh jarak sekitar 120 kilometer dari Kota Samarinda, ibu kota provinsi Kalimantan Timur, menuju Kecamatan Muara Wis. Kemudian, pengunjung bisa menyeberang menggunakan perahu motor menuju desa Melintang.

Desa Terapung Melintang adalah tempat wisata yang menggabungkan ikan segar dan budaya Kutai. Desa ini siap menyambut para wisatawan dengan keramahan dan keunikan yang dimilikinya. (RK/Adv/DisparKukar)

Berita Terkait

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik
Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat
Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet
Anhar : Rumah Sakit di Samarinda Harus Utamakan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bisnis
Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh
Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat
Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM
Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 16:53 WIB

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik

Kamis, 11 September 2025 - 16:50 WIB

Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat

Rabu, 10 September 2025 - 14:45 WIB

Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet

Selasa, 9 September 2025 - 14:40 WIB

Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh

Selasa, 9 September 2025 - 14:38 WIB

Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat

Selasa, 9 September 2025 - 14:36 WIB

Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Senin, 8 September 2025 - 14:31 WIB

DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Tertib Parkir dan Kebersihan di Citra Niaga

Berita Terbaru