Bangun Sekolah Internasional, DPRD Kaltim Minta Pemkot Samarinda Tak Diskriminatif

- Jurnalis

Sabtu, 17 Februari 2024 - 03:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Ya’qub. (Foto: Ist)

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Ya’qub. (Foto: Ist)

HarianBorneo.com, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah mempersiapkan proses pembangunan sekolah model atau sekolah unggulan bertaraf internasional. Sekolah tersebut tentu diharap mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Tepian.

Rencana pembangunan sekolah bertaraf internasional ini pun menuai banyak dukungan dari berbagai kalangan masyarakat. Akan tetapi, ada juga yang menyoroti program ini. Mereka meminta agar pemerintah tidak melupakan fasilitas di sekolah lain yang juga membutuhkan perhatian.

Seperti yang disuarakan oleh Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Rusman Ya’qub. Ia setuju dengan rencana pembangunan sekolah bertaraf internasional, kendati setuju pihaknya memberikan catatan agar tidak menimbulkan diskriminasi baru di dunia pendidikan.

“Jangan sampai adanya sekolah ini melahirkan diskriminasi baru. Jangan sampai konsentrasi kita hanya sekolah bertaraf internasional itu tidak terfokus pada yang lain, sisanya terabaikan. Seolah-olah skalanya hanya satu di internasional ini,” ucapnya saat diwawancarai, Sabtu (17/2/2024).

Rusman menambahkan, sebelum adanya sistem zonasi, sekolah-sekolah unggulan lebih diminati oleh orang tua dan siswa. Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan di antara sekolah-sekolah di Samarinda.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu juga menyampaikan, sebagai anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim, ia merasakan tekanan agar tidak terkesan pilih kasih kepada sekolah lain yang memerlukan bantuan dan perhatian pemerintah.

Pihaknya berharap, pemerintah juga dapat mendorong dunia pendidikan di Samarinda untuk mencapai keselarasan dengan Pulau Jawa. Ia mengatakan, ada kesenjangan atau gap kualitas pendidikan antara Kaltim dan Pulau Jawa yang perlu dikejar.

“Kita harus berusaha melompat tiga sampai lima kali untuk mengejar gap ini. Memang pada saat yang sama kita harus mengurangi gap dari tiga unsur ini, sarpras, guru dan tenaga kependidikan, kurikulum harus benar-benar berpikir,” tutup Rusman. (MF/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik
Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat
Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet
Anhar : Rumah Sakit di Samarinda Harus Utamakan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bisnis
Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh
Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat
Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM
Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 16:53 WIB

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik

Kamis, 11 September 2025 - 16:50 WIB

Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat

Rabu, 10 September 2025 - 14:45 WIB

Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet

Selasa, 9 September 2025 - 14:40 WIB

Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh

Selasa, 9 September 2025 - 14:38 WIB

Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat

Selasa, 9 September 2025 - 14:36 WIB

Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Senin, 8 September 2025 - 14:31 WIB

DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Tertib Parkir dan Kebersihan di Citra Niaga

Berita Terbaru