Seruan Tegas Wali Kota Samarinda: Stop Jual Beli Buku di Sekolah

- Jurnalis

Minggu, 11 Agustus 2024 - 18:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walikota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Ist)

Walikota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Ist)

HarianBorneo.com, SAMARINDA —Para ibu wali murid yang beberapa pekan lalu menggelar aksi protes di kantor Gubernur Kaltim dan Balai Kota Samarinda akhirnya bisa bernapas lega. Keluhan mereka terkait dugaan praktik jual-beli buku di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Samarinda kini mendapat perhatian serius dari Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Dalam pernyataannya, Andi Harun menjelaskan bahwa keluhan utama para wali murid adalah terkait penjualan buku penunjang di sekolah. Ia menegaskan bahwa buku ajar dibagi menjadi dua kategori: buku wajib dan buku penunjang. Buku wajib, kata Andi, sudah dibiayai oleh dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA), sementara buku penunjang akan ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Samarinda.

Lebih lanjut, Wali Kota Samarinda ini juga telah mengeluarkan surat keputusan yang melarang sekolah memaksa wali murid atau peserta didik untuk membeli buku. Ia menekankan bahwa penerapan keputusan ini memerlukan dukungan penuh dari masyarakat, terutama para wali murid, untuk menolak segala bentuk permintaan pembelian buku.

“Jika masih ada yang meminta membeli buku penunjang di sekolah SD dan SMP Negeri Samarinda, jawab saja bahwa sesuai dengan aturan Pemkot Samarinda, orang tua siswa dan siswanya tidak dibebani untuk membayar buku, baik buku wajib maupun penunjang,” tegas Andi Harun.

Tidak berhenti di situ, Andi Harun juga mengkritik praktik-praktik negatif yang masih sering terjadi di masyarakat, seperti penipuan, basa-basi, korupsi, suap, dan mencari uang dengan cara yang tidak benar. Ia mengajak para orang tua untuk berani menolak setiap permintaan yang tidak sesuai aturan.

“Bapak dan ibu harus berani menolak. Misalnya, ketika diminta membayar sesuatu di kelurahan, itu tidak ada dan harus berani menolak,” tandasnya dengan penuh semangat. (MF)

Berita Terkait

Fun Fishing di Kolam Kampus: Saat Tali Pancing Menyatukan Alumni dan Civitas Unmul
Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Madrasah Darussalam, Santri Didorong Jadi Generasi Berkarakter
Wali Kota Samarinda Tegaskan Transparansi dalam Penerimaan Siswa Baru 2025 Lewat Konferensi Pers
Aksi Bersih Sungai di Samarinda, Andi Harun Dorong Perubahan Pola Pikir soal Sampah dan Banjir
59 Koperasi Merah Putih Resmi Dibentuk di Samarinda, Saefuddin Zuhri Optimistis Dorong Ekonomi Masyarakat
Gedung PC NU Center Diresmikan, Wali Kota Samarinda Tegaskan Komitmen Dukung Peran Strategis NU
Wali Kota Samarinda Resmikan Ruang Terbuka Tangguh Iklim, Fokus Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem
Samarinda Jadi Tuan Rumah Kongres GMKI ke-39, Saefuddin Zuhri Sebut Momentum Berharga bagi Kota

Berita Terkait

Senin, 22 September 2025 - 12:53 WIB

Fun Fishing di Kolam Kampus: Saat Tali Pancing Menyatukan Alumni dan Civitas Unmul

Sabtu, 20 September 2025 - 16:44 WIB

Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Madrasah Darussalam, Santri Didorong Jadi Generasi Berkarakter

Senin, 2 Juni 2025 - 16:12 WIB

Wali Kota Samarinda Tegaskan Transparansi dalam Penerimaan Siswa Baru 2025 Lewat Konferensi Pers

Sabtu, 31 Mei 2025 - 16:06 WIB

Aksi Bersih Sungai di Samarinda, Andi Harun Dorong Perubahan Pola Pikir soal Sampah dan Banjir

Sabtu, 24 Mei 2025 - 16:39 WIB

59 Koperasi Merah Putih Resmi Dibentuk di Samarinda, Saefuddin Zuhri Optimistis Dorong Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 24 Mei 2025 - 16:01 WIB

Gedung PC NU Center Diresmikan, Wali Kota Samarinda Tegaskan Komitmen Dukung Peran Strategis NU

Senin, 19 Mei 2025 - 16:31 WIB

Wali Kota Samarinda Resmikan Ruang Terbuka Tangguh Iklim, Fokus Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem

Sabtu, 17 Mei 2025 - 20:33 WIB

Samarinda Jadi Tuan Rumah Kongres GMKI ke-39, Saefuddin Zuhri Sebut Momentum Berharga bagi Kota

Berita Terbaru