HarianBorneo.com, SAMARINDA — Kabar menggembirakan datang dari sektor transportasi udara Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Berau. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syarifatul Syadiah, menyambut baik dibukanya penerbangan perdana Sriwijaya Air untuk rute Berau–Balikpapan–Makassar yang dimulai Selasa (15/4) lalu.
“Ini kabar sangat menggembirakan bagi kami. Selama ini, penerbangan dari Berau hanya dilayani oleh Wings Air dengan harga sangat tinggi, mencapai Rp1,6 juta hingga Rp1,9 juta. Tapi begitu Sriwijaya masuk, harga langsung turun drastis. Wings bahkan menurunkan tarifnya menjadi Rp800 ribu,” ungkapnya.
Ia menyebut kehadiran maskapai baru membawa angin segar lewat persaingan sehat yang menguntungkan masyarakat sebagai konsumen. Menurutnya, masyarakat kini memiliki alternatif yang lebih terjangkau dan efisien dibandingkan harus menempuh jalur darat.
“Sekarang masyarakat Berau punya pilihan lain. Kalau ada keperluan mendesak, mereka tidak harus menempuh jalur darat yang memakan banyak waktu dan biaya,” jelasnya.
Syarifatul juga menyoroti pentingnya pengembangan jalur udara menuju destinasi wisata unggulan, seperti Pulau Maratua. Saat ini, penerbangan ke Bandara Maratua hanya mampu mengangkut 6 hingga 8 penumpang per penerbangan, yang dinilainya masih sangat terbatas.
“Kami berharap ada maskapai dengan kapasitas lebih besar yang masuk. Sehingga orang bisa membawa rombongan dalam jumlah banyak dan waktu tempuh pun jadi lebih singkat. Apalagi kalau musim gelombang, penerbangan udara sangat membantu,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Komisi IV DPRD Kaltim bersama Dinas Perhubungan berencana mengadakan kunjungan kerja ke Maratua untuk meninjau langsung potensi serta kebutuhan pengembangan layanan transportasi udara di kawasan tersebut.
“Ini bukan hanya menguntungkan masyarakat Berau, tapi juga wisatawan yang ingin berkunjung ke daerah kami. Akses yang mudah dan terjangkau akan sangat menunjang pariwisata,” pungkasnya. (DPRDKaltim/Adv/IKH).











