HarianBorneo.com, SAMARINDA — Kasus tewasnya Rusel (60) akibat aktivitas tambang ilegal di Muara Kate, Kecamatan Muara Koram, Kabupaten Paser kembali menjadi sorotan. Sekretaris Komisi I DPRD Kalimantan Timur, Salehuddin, angkat bicara mengenai lambannya penanganan hukum terhadap pelaku yang hingga kini belum ditemukan.
Salehuddin menyoroti bahwa sudah lebih dari empat bulan berlalu sejak peristiwa tersebut terjadi, namun belum ada kejelasan penindakan terhadap pelaku pembunuhan yang diduga merupakan bagian dari aktivitas tambang ilegal.
“Sudah 4–5 bulan berlalu, dan kasus ini sebenarnya sudah cukup jelas. Harusnya bisa segera ditindaklanjuti. Kami juga sudah sering berdiskusi dengan kejaksaan, dan kalau sudah terang benderang begitu, saya pikir segera diurus saja,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kejelasan proses hukum penting agar masyarakat mengetahui posisi hukum kasus tersebut serta menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Menurut Salehuddin, lembaga-lembaga terkait sudah memberikan berbagai rekomendasi untuk menindak kasus ini. Oleh karena itu, ia mendorong aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti dan bertindak tegas.
“Kita coba dorong kembali agar hal-hal seperti ini bisa diantisipasi. Karena nada-nadanya mulai berkembang ke arah isu SARA dan kriminalitas yang lebih luas,” ungkapnya.
Salehuddin menegaskan bahwa ketegasan aparat penegak hukum sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak memiliki persepsi yang salah terhadap proses hukum yang berjalan.
“Jangan sampai masyarakat berpikir hukum tidak berpihak pada mereka. Harus ada tindakan nyata dan tegas agar kepercayaan publik tetap terjaga,” pungkasnya.(DPRDKaltim/Adv/IKH).











