HarianBorneo.com, SAMARINDA — Anggota DPRD Kalimantan Timur, Damayanti, memberikan apresiasi atas peluncuran Program GratisPoll oleh Pemerintah Provinsi Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji. Ia menilai program ini sebagai langkah konkret dalam memperluas akses pelayanan publik berkualitas bagi masyarakat.
“Saya bangga dengan peluncuran GratisPoll ini. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Damayanti.
Namun, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mengingatkan agar program ini tidak berhenti pada seremoni belaka. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan agar manfaat GratisPoll benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka panjang, sejalan dengan visi *Generasi Emas Kaltim*.
“Euforia peluncuran ini jangan hanya sesaat. Yang terpenting adalah bagaimana program ini bisa terus berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Damayanti juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur dalam menunjang efektivitas layanan gratis yang dijanjikan. Ia menegaskan, pelaksanaan program tanpa sarana dan prasarana yang memadai dapat menjadi hambatan serius di lapangan.
Secara khusus, ia menyoroti program pendidikan gratis yang mencakup jenjang SMA/SMK hingga S3. Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal pembebasan biaya, tetapi juga peningkatan kualitas layanan dan perhatian terhadap kesejahteraan guru.
“Kita tidak bisa melupakan peran guru. Pendidikan harus menjadi prioritas. Ingat aksi protes guru tahun 2023 lalu di Samarinda karena pemotongan insentif? Itu harus jadi pelajaran,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jika kesejahteraan guru tidak diperhatikan, dikhawatirkan akan terjadi perpindahan besar-besaran guru dari tingkat SD dan SMP ke jenjang provinsi, yang justru dapat merugikan siswa di daerah.
Menutup pernyataannya, Damayanti berharap seluruh program pendidikan pemerintah dapat dipercepat realisasinya secara merata dan berkeadilan, mulai dari peningkatan layanan, infrastruktur sekolah, hingga insentif bagi tenaga pendidik.
“Semoga ke depan, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bisa terus bersinergi agar kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, benar-benar terpenuhi,” pungkasnya. (DPRDKaltim/Adv/IKH).











