HarianBorneo.com, SAMARINDA – Rencana Pemkot Samarinda untuk merombak Pasar Pagi semakin matang. Baru-baru ini, Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda telah mempresentasikan tahapan detail engineering design (DED) dalam sebuah pertemuan di Balai Kota Samarinda.
Tahapan ini menunjukkan komitmen Pemkot dalam memperbarui pasar tradisional ini, Wali Kota Samarinda, Andi Harun menggarisbawahi pentingnya perbaikan dalam sirkulasi udara sebelum perencanaan renovasi pasar dimulai, oleh karena itu DED yang telah diajukan oleh Disdag perlu disempurnakan.
Kepala Disdag Samarinda, Marnabas, menjelaskan, Wali Kota Samarinda ingin memastikan bahwa sirkulasi udara di Pasar Pagi dihitung dengan baik. Maka dengan arahan tersebut, pihaknya telah mengundang seorang ahli dalam bidang sirkulasi udara dari Politeknik setempat untuk membantu dalam perhitungannya.
“Jadi setelah memperoleh masukan terkait DED, fokus diskusi telah berpindah ke aspek sirkulasi udara, kita optimis bahwa pembahasan mengenai sirkulasi udara akan segera terselesaikan. Memang pasti akan ada perubahan dalam DED ketika pembahasan ini selesai,” kata Marnabas, Kamis (2/11/2022).
Dia menjelaskan, besaran anggaran yang dialokasikan untuk merevitalisasi Pasar Pagi tersebut mencapai Rp 300 miliar.
“Pemkot Samarinda juga berencana untuk menyelesaikan rencana secara keseluruhan pada awal November,” ucapnya.
Marnabas menambahkan, setelah beberapa masukan Walikota Samarinda kita penuhi, pihaknya akan segera menyampaikan kembali rencana tersebut kepada Bapak Andi Harun.
“Termasuk lokasi relokasi dan desainnya, karena kami telah membentuk tim untuk mengaturnya.” sebutnya.
Kemudian, Marnabas menyebutkan, dalam pendataan pedagang di Pasar Pagi telah mencapai 95 persen, untuk sementara jumlah pedagang yang tercatat saat ini sebanyak 2.852, naik dari 2.800 pedagang pada awal Oktober.
“Kami telah mencatat semua pedagang yang memiliki Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SKTUB) sesuai perintah Wali Kota, hal ini bertujuan untuk memudahkan proses perombakan tanpa menyulitkan para pedagang.” tuturnya.
Lebih lanjut, saat ditanyakan tentang lokasi relokasi pedagang, dirinya tidak banyak memberikan komentar terperinci, tetapi ia meyakinkan bahwa lokasi yang disiapkan telah memadai.
“Beberapa lokasi yang telah kami siapkan sudah disewa oleh orang lain, tetapi ada banyak tempat yang masih tersedia dan sesuai untuk digunakan,” tegasnya. (RY/Adv/DiskominfoSamarinda)











