HarianBorneo.com, SAMARINDA -Sebanyak 150 pejabat struktural dan 6 pejabat fungsional telah resmi dilantik dan diambil sumpah jabatan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang berlangsung di rumah jabatan Wali Kota pada Jum’at (22/03/2024) malam.
Dalam sambutannya, orang nomor satu kota Samarinda itu memberikan arahan dan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru. Dia berharap para pejabat yang dilantik dapat melaksanakan tugas barunya dengan baik.
Ia berpesan, pentingnya bagi para pejabat baru untuk bekerja penuh dedikasi dan menjadi teladan bagi para staf di lingkungan kerja Pemerintah Kota Samarinda. Serta, pentingnya menghindari sikap individualistik dan egois.
“Tidak kalah pentingnya untuk disadari bahwa apa yang saudara kerjakan akan senantiasa dinilai oleh masyarakat Kota Samarinda, juga dilihat dan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa kelak di kemudian hari,” tegas Andi Harun.
Selain itu, Wali Kota juga menyinggung tentang penetapan hasil perhitungan suara, baik untuk Capres Cawapres, maupun calon legislatif juga sudah ditetapkan oleh KPU. Dengan begitu, perubahan akan terjadi dengan terbentuknya pemerintahan baru. Sehingga, ia menekankan perlunya koordinasi dan sinergi di antara jajaran pejabat dan pegawai untuk tetap menjaga stabilitas dan kinerja Pemerintah Kota Samarinda.
“Sedikit banyak akan ada perubahan yang dirasakan oleh Pemerintah Daerah, termasuk instansi kita dari terbentuknya pemerintahan baru ini,” tuturnya.
“Maka dari itu, Pelantikan yang dilaksanakan di bulan suci Ramadhan ini kita jadikan momentum atau waktu yang tepat untuk semakin memperbaiki diri, termasuk dalam hal meningkatkan koordinasi dan sinergi yang solid dari segenap jajaran pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Ia juga membagikan empat prinsip kepemimpinan yang diyakininya dapat membawa perubahan positif, Pertama, menemukan jalan (pathfinding) untuk menentukan arah dan strategi kemana Satuan Kerjanya akan dibawa. Kedua, Modelling (Menjadi model), yaitu memberikan contoh yang baik kepada para stafnya, agar menjadi tim yang hebat. Ketiga, Aligning (Menyetarakan) dimana pemimpin harus menjaga tim agar tetap sejalur dengan visi dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada. Dan yang keempat Empowering (Pemberdayaan), pemimpin harus fokus pada pengembangan bakat anggota, memberikan kepercayaan dan tanggung jawab, serta membantu staf dalam mengeksekusi tugas pokok dan fungsinya. (YH/Adv/PemkotSamarinda)











