Angka Kekerasan Tinggi, Hamas Minta Perketat Sistem Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak

- Jurnalis

Selasa, 13 Mei 2025 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud. (Foto: Ist)

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud. (Foto: Ist)

HarianBorneo.com, SAMARINDA — Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kalimantan Timur, khususnya di Kota Samarinda, menjadi perhatian serius Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. Ia menekankan pentingnya pemerataan pendataan dan penanganan kasus, termasuk di wilayah-wilayah terpencil yang selama ini kerap luput dari sorotan.

“Angka kekerasan di Samarinda memang terlihat tinggi, namun hal ini bisa jadi karena faktor eksposur dan pelaporan yang lebih baik. Banyak kasus di daerah terpencil kemungkinan besar tidak terlaporkan,” jelas Hasanuddin, yang akrab disapa Hamas.

Hamas menekankan bahwa sistem perlindungan perempuan dan anak tidak boleh hanya terfokus pada daerah dengan angka kasus tertinggi. Ia mendorong pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk bersinergi dalam membangun mekanisme perlindungan yang menyeluruh dan responsif.

“Kita tak boleh hanya fokus pada daerah dengan kasus menonjol. Sistem perlindungan harus diperkuat secara merata di seluruh Kaltim,” tegasnya.

Data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) menunjukkan, sepanjang tahun 2024 tercatat 1.002 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kalimantan Timur. Kota Samarinda menduduki peringkat tertinggi, dengan 175 kasus kekerasan terhadap anak dan 103 kasus terhadap perempuan.

Tren serupa berlanjut pada tahun 2025. Hingga 5 Mei, tercatat 341 kasus di seluruh Kaltim, dengan Samarinda kembali mencatat jumlah tertinggi, yakni 82 korban anak usia 13–17 tahun dan 62 korban perempuan usia 25–44 tahun.

Sebagian besar kekerasan terjadi di ranah domestik. Pada tahun 2024 saja, Samarinda mencatat 83 kasus kekerasan terhadap anak dan 74 kasus terhadap perempuan yang terjadi di lingkungan rumah tangga.

Melihat kondisi ini, Hamas mengajak semua pihak untuk tidak hanya mengandalkan mekanisme pelaporan pasif. Menurutnya, deteksi dini, edukasi, dan penguatan peran lembaga masyarakat sangat penting untuk mencegah dan menangani kekerasan secara lebih efektif. (DPRDKaltim/Adv/IKH).

Berita Terkait

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik
Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat
Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet
Anhar : Rumah Sakit di Samarinda Harus Utamakan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bisnis
Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh
Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat
Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM
Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 16:53 WIB

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik

Kamis, 11 September 2025 - 16:50 WIB

Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat

Rabu, 10 September 2025 - 14:45 WIB

Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet

Selasa, 9 September 2025 - 14:40 WIB

Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh

Selasa, 9 September 2025 - 14:38 WIB

Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat

Selasa, 9 September 2025 - 14:36 WIB

Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Senin, 8 September 2025 - 14:31 WIB

DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Tertib Parkir dan Kebersihan di Citra Niaga

Berita Terbaru