Angka Putus Sekolah Masih Tinggi, Bapemperda Akan Evaluasi Perda Pendidikan

- Jurnalis

Selasa, 7 November 2023 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda DPRD Kaltim, Salehuddin. (Foto: Ist)

Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda DPRD Kaltim, Salehuddin. (Foto: Ist)

HarianBorneo.com, SAMARINDA – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kaltim berupaya mengevaluasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2016 yang mengatur tentang penyelenggaraan pendidikan di Benua Etam.

Menurut Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kaltim, Salehuddin, langkah tersebut diambil lantaran angka putus sekolah di Benua Etam masih cukup tinggi. Ada beberapa faktor mengapa mereka tidak mampu melanjutkan jenjang pendidikannya, utamanya permasalahan klasik seperti faktor ekonomi.

“Salah satu hal yang akan direvisi adalah persentase jumlah siswa kurang mampu yang harus diterima sekolah. Kami ingin meningkatkan persentase siswa kurang mampu yang harus diterima sekolah dari 20 persen menjadi 30 persen. Ini bertujuan supaya anak-anak di Kaltim bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan merata,” ucap Salehuddin.

Politisi Partai Golkar ini menerangkan bahwa evaluasi perda itu juga sejalan dengan hak anak untuk mendapatkan pendidikan. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, jumlah anak yang putus sekolah di Kaltim per jenjang pendidikan pada tahun 2020 mencapai lebih dari 9000 anak. Jenjang SMA menjadi yang terbanyak dengan jumlah 3.087 anak putus sekolah.

Sementara untuk tingkatan SMK sendiri, tercatat ada 1.651 anak yang tak melanjutkan pendidikannya. Kemudian jenjang SMP 2.389 anak dinyatakan putus sekolah, serta jenjang SD mencapai 1.953 anak.

“Kita berharap angka putus sekolah di Kaltim bisa terus menurun meskipun secara bertahap. Kita juga berharap Pemprov Kaltim bisa bekerja sama dengan DPRD Kaltim untuk menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Evaluasi perda pendidikan ini merupakan salah satu agenda Bapemperda DPRD Kaltim. Salehuddin mengatakan, evaluasi ini sudah dijadwalkan sejak 2022 dan baru terlaksana pada tahun ini. Ia berharap Pemprov Kaltim bisa memprioritaskan masalah ini dan memberikan dukungan kepada DPRD Kaltim, sehingga angka anak putus sekolah di Kaltim dapat ditekan. (AJ/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik
Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat
Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet
Anhar : Rumah Sakit di Samarinda Harus Utamakan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bisnis
Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh
Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat
Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM
Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 16:53 WIB

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik

Kamis, 11 September 2025 - 16:50 WIB

Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat

Rabu, 10 September 2025 - 14:45 WIB

Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet

Selasa, 9 September 2025 - 14:40 WIB

Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh

Selasa, 9 September 2025 - 14:38 WIB

Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat

Selasa, 9 September 2025 - 14:36 WIB

Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Senin, 8 September 2025 - 14:31 WIB

DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Tertib Parkir dan Kebersihan di Citra Niaga

Berita Terbaru