HarianBorneo.com, PENAJAM PASER UTARA — Pembangunan infrastruktur yang masif di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), membawa angin segar bagi masyarakat. Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Baharuddin Muin, mengapresiasi kemajuan signifikan yang telah dicapai dan menilai pembangunan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menyiapkan fondasi kokoh menyongsong era baru.
“Jalan penghubung dari Sepaku ke Petung, dan jalur menuju perbatasan sudah jauh lebih baik. Ini bukti nyata bahwa pembangunan memang berjalan dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Baharuddin, Rabu (8/5/2025).
Meski demikian, politisi asal Partai Gerindra itu mengingatkan bahwa pembangunan tak boleh berhenti pada aspek fisik semata. Ia menekankan pentingnya pembangunan yang menyentuh dimensi kemanusiaan dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga, terutama di desa-desa terpencil.
“Kami ingin kualitas hidup masyarakat juga ikut meningkat, tidak hanya sekadar melihat jalan mulus atau gedung megah. Setiap pembangunan harus membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Menurutnya, infrastruktur adalah pendorong utama berbagai sektor vital seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Jalan yang baik, lanjutnya, bukan hanya soal mobilitas, tapi juga tentang memperlancar distribusi hasil pertanian, akses ke sekolah dan fasilitas kesehatan, serta membuka peluang usaha di pedesaan.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap proses pembangunan. “Mereka harus menjadi subjek, bukan sekadar objek. Dengan begitu, rasa memiliki terhadap hasil pembangunan akan tumbuh, dan manfaatnya akan jauh lebih besar,” imbuhnya.
Baharuddin menilai, tolok ukur utama keberhasilan pembangunan adalah meningkatnya kesejahteraan warga, bukan sekadar berdirinya infrastruktur megah.
“Keberhasilan sejati ada pada perubahan nyata—ekonomi yang meningkat, pendidikan yang lebih baik, dan layanan kesehatan yang mudah diakses,” jelasnya.
Ia pun mengajak semua pihak, baik pemerintah pusat, daerah, swasta, hingga masyarakat, untuk menjaga semangat kolaborasi.
“Kita harus bergandengan tangan. Tidak ada satu pihak pun yang bisa berjalan sendiri. Kesuksesan pembangunan di PPU dan Kalimantan Timur secara umum hanya bisa dicapai dengan kerja sama yang erat dan semangat gotong royong,” pungkasnya. (DPRDKaltim/Adv/IKH).











