DPRD Kaltim Dukung Langkah Tegas Penanganan Ormas Terindikasi Premanisme

- Jurnalis

Minggu, 11 Mei 2025 - 23:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, hadiri Rapat Monitoring Penanganan Ormas yang terafiliasi Premanisme, Minggu (11/5/2025). (Foto: Ist)

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, hadiri Rapat Monitoring Penanganan Ormas yang terafiliasi Premanisme, Minggu (11/5/2025). (Foto: Ist)

HarianBorneo.com, SAMARINDA — Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, mewakili Ketua DPRD Kaltim dalam Rapat Monitoring Penanganan Organisasi Masyarakat (Ormas) yang Diduga Terlibat Praktik Premanisme. Rapat berlangsung di Ruang Bina Bangsa, Badan Kesbangpol Kaltim, pada Minggu (11/5/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam Mayjen TNI Heri Wiranto, Kepala Badan Kesbangpol Kaltim Sufian Agus, unsur Forkopimda, serta para pimpinan ormas se-Kaltim.

Dalam sambutannya, Gubernur Rudy Mas’ud—yang akrab disapa Harum—mengapresiasi terselenggaranya forum ini. Ia menilai langkah tersebut penting dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, serta mendukung iklim investasi yang kondusif di Kalimantan Timur.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenko Polhukam atas inisiatif dan perhatiannya. Rapat seperti ini sangat relevan dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan di tengah posisi strategis Kaltim sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN),” ujar Harum.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran ormas yang menyimpang dari fungsi dasarnya, dan bahkan menunjukkan perilaku premanisme, berpotensi mengganggu rasa aman masyarakat serta menghambat masuknya investasi. “Situasi ini tidak bisa dibiarkan. Harus ada tindakan tegas dan terkoordinasi, tentunya tetap dalam koridor hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Sapto menyampaikan bahwa DPRD Kaltim siap bersinergi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam melakukan pemetaan terhadap ormas-ormas yang ada. “Kita perlu melakukan profiling terhadap ormas ini. Mana yang benar-benar berkontribusi bagi masyarakat, mana yang justru meresahkan,” katanya.

Ia menekankan bahwa ormas yang terlibat dalam aktivitas ilegal seperti pungutan liar harus ditindak sesuai aturan. “Jika dibiarkan, ini akan mengganggu iklim investasi. Maka ini menjadi domain aparat penegak hukum untuk menindaknya secara tegas,” ujar Sapto.

Dalam rangka penanganan yang lebih efektif, Pemprov Kaltim akan bertindak sebagai penghubung antara berbagai elemen, seperti TNI, Polri, kejaksaan, BIN, Kesbangpol, hingga pemerintah kabupaten/kota. Langkah ini bertujuan agar penanganan terhadap ormas bermasalah dilakukan secara terstruktur dan tidak tumpang tindih.

Melalui Kesbangpol, proses pendataan, pengawasan, hingga pembinaan ormas akan diperkuat. Di sisi lain, satuan tugas investasi juga akan dibentuk untuk mendampingi para investor dan memastikan proyek-proyek berjalan tanpa gangguan, intimidasi, maupun tekanan dari pihak tak bertanggung jawab.

Forum-forum komunikasi antara masyarakat, ormas, dan aparat penegak hukum juga akan difasilitasi secara berkala, guna mencegah konflik terbuka dan membangun kesepahaman di tingkat akar rumput.

Sebagai bentuk penghargaan, pemerintah provinsi menyampaikan apresiasi kepada tokoh agama, adat, masyarakat, serta pimpinan ormas yang telah menunjukkan komitmen menjaga Kaltim tetap aman, tertib, dan kondusif.

Setelah kegiatan, Sapto menilai forum ini sebagai langkah positif dalam menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, terutama dalam memperkuat keamanan dan stabilitas investasi. “Ormas dibentuk untuk membangun, bukan sebaliknya. Spirit awal ini yang harus terus dijaga,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat akan mengirimkan satuan tugas ke daerah, serta melakukan pembinaan menyeluruh terhadap ormas-ormas yang memiliki beragam latar belakang sosial dan budaya.

“Karena ormas berasal dari berbagai suku, agama, dan ras, maka pendekatan pembinaannya juga harus inklusif dan menyeluruh. DPRD dan Pemprov akan bekerja bersama memastikan pembinaan ini berjalan optimal,” pungkas Sapto. (DPRDKaltim/Adv/IKH).

Berita Terkait

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik
Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat
Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet
Anhar : Rumah Sakit di Samarinda Harus Utamakan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bisnis
Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh
Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat
Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM
Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 16:53 WIB

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik

Kamis, 11 September 2025 - 16:50 WIB

Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat

Rabu, 10 September 2025 - 14:45 WIB

Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet

Selasa, 9 September 2025 - 14:40 WIB

Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh

Selasa, 9 September 2025 - 14:38 WIB

Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat

Selasa, 9 September 2025 - 14:36 WIB

Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Senin, 8 September 2025 - 14:31 WIB

DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Tertib Parkir dan Kebersihan di Citra Niaga

Berita Terbaru