Empat Desa di Kutai Barat Masih Tertinggal, Yonavia Desak Pemerataan Pembangunan

- Jurnalis

Jumat, 9 Mei 2025 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Yonavia. (Foto: Ist)

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Yonavia. (Foto: Ist)

HarianBorneo.com, SAMARINDA — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur menyoroti masih adanya empat desa tertinggal di Kabupaten Kutai Barat sebagai bukti belum meratanya pembangunan di Benua Etam. Hal ini menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Kaltim yang meminta evaluasi menyeluruh terhadap distribusi program pembangunan, khususnya di wilayah pedalaman.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Yonavia, menegaskan bahwa keberadaan desa tertinggal harus menjadi indikator penting bagi pemerintah dalam mengukur efektivitas pembangunan.

“Keberadaan desa tertinggal menunjukkan adanya aspek yang perlu diperbaiki dalam proses pembangunan. Pertanyaannya bukanlah telah dilaksanakannya suatu program, melainkan apakah manfaatnya telah benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” jelas Yonavia.

Ia merinci, desa-desa yang masih berstatus tertinggal berada di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, yakni Tanjung Soke, Gerunggung, Deraya, dan Lemper. Kondisi ini, menurutnya, memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak yang terlibat dalam perencanaan pembangunan.

Lebih lanjut, Yonavia mendorong adanya strategi terpadu antara Pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat agar upaya pengentasan desa tertinggal bisa lebih terarah dan terukur. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lembaga.

“Kita butuh kerja sama semua pihak. Tidak bisa hanya satu pihak yang bergerak. Ini soal komitmen untuk pemerataan pembangunan,” ujarnya.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pedalaman, Yonavia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat di wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Ia menilai bahwa mempercepat pembangunan di pedalaman merupakan bagian dari tanggung jawab moralnya.

“Perjuangan untuk pembangunan di pedalaman adalah bagian dari tanggung jawab moral saya sebagai wakil rakyat,” tutupnya. (DPRDKaltim/Adv/IKH).

Berita Terkait

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik
Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat
Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet
Anhar : Rumah Sakit di Samarinda Harus Utamakan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bisnis
Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh
Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat
Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM
Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 16:53 WIB

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik

Kamis, 11 September 2025 - 16:50 WIB

Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat

Rabu, 10 September 2025 - 14:45 WIB

Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet

Selasa, 9 September 2025 - 14:40 WIB

Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh

Selasa, 9 September 2025 - 14:38 WIB

Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat

Selasa, 9 September 2025 - 14:36 WIB

Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Senin, 8 September 2025 - 14:31 WIB

DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Tertib Parkir dan Kebersihan di Citra Niaga

Berita Terbaru