Kebijakan Efisiensi Pusat Dinilai Rugikan Sektor Perhotelan Kaltim, DPRD Kaltim Minta Tinjau Ulang Regulasi

- Jurnalis

Selasa, 29 April 2025 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi II DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra. (Foto: Ist)

Sekretaris Komisi II DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra. (Foto: Ist)

HarianBorneo.com, SAMARINDA — Pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat mulai menimbulkan dampak signifikan di sektor jasa, terutama perhotelan di Kalimantan Timur. Sekretaris Komisi II DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra, menyatakan keprihatinannya dan mendorong evaluasi terhadap kebijakan efisiensi tersebut.

Menurut Nurhadi, pengurangan anggaran perjalanan dinas dan belanja operasional seperti alat tulis kantor (ATK) berimbas langsung pada tingkat hunian hotel, yang selama ini sangat bergantung pada aktivitas instansi pemerintah.

“Kebijakan ini menimbulkan efek domino. Tidak hanya hotel yang terdampak, tapi juga sektor jasa lainnya seperti katering, transportasi, hingga UMKM lokal yang ikut menopang kegiatan pemerintahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar pelaku usaha perhotelan di Kaltim mengandalkan kegiatan instansi pemerintah untuk menopang okupansi harian. Tanpa kegiatan itu, mereka kehilangan pemasukan utama.

Nurhadi menyebut bahwa di beberapa daerah, seperti Jambi, penerimaan dari sektor perhotelan menjadi salah satu sumber pendapatan penting daerah. Jika efisiensi terus berlanjut tanpa alternatif kebijakan, ia khawatir akan menurunkan pendapatan asli daerah (PAD) di banyak provinsi.

“Kita bukan menolak efisiensi, tapi perlu pendekatan yang lebih bijak agar tidak mematikan ekosistem ekonomi yang sudah ada,” jelasnya.

Sebagai langkah solutif, Nurhadi mengusulkan agar pemerintah pusat mempertimbangkan skema efisiensi yang tetap memberi ruang pada kegiatan penting daerah, termasuk perjalanan dinas strategis yang berdampak langsung terhadap ekonomi lokal.

“Harapannya, pemerintah pusat tidak mengambil kebijakan satu sisi, tetapi membuka ruang dialog dengan daerah untuk mencari jalan tengah,” tutupnya. (DPRDKaltim/Adv/IKH).

Berita Terkait

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik
Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat
Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet
Anhar : Rumah Sakit di Samarinda Harus Utamakan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bisnis
Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh
Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat
Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM
Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 16:53 WIB

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik

Kamis, 11 September 2025 - 16:50 WIB

Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat

Rabu, 10 September 2025 - 14:45 WIB

Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet

Selasa, 9 September 2025 - 14:40 WIB

Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh

Selasa, 9 September 2025 - 14:38 WIB

Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat

Selasa, 9 September 2025 - 14:36 WIB

Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Senin, 8 September 2025 - 14:31 WIB

DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Tertib Parkir dan Kebersihan di Citra Niaga

Berita Terbaru