HarianBorneo.com, SAMARINDA – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Udin mendesak pihak Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) untuk terbuka mengenai persoalan yang tengah dihadapi, hal itu ia lakukan guna menarik perhatian para investor masuk ke dalam bidang usaha tersebut.
Menurutnya, KEK MBTK sejauh ini belum dapat menunjukkan kinerjanya secara signifikan, hal itu disebabkan karena adanya beberapa kendala seperti kurangnya segi infrastruktur hingga kurangnya investor yang ingin masuk.
Melihat kondisi tersebut, Udin sangat menyayangkan karena hadirnya KEK MBTK belum memberikan dampak positif bagi keuangan daerah, ia meminta agar pihak MBTK dapat menyampaikan dengan terbuka apa saja yang menjadi kebutuhan untuk dapat menarik minat investor.
“Kalau kita bicara investor, ya memang ribet dan susah, karena seharusnya masih ada beberapa hal yang perlu dilengkapi,” kata Udin saat diwawancarai, Jumat (9/2/2024).
Pihaknya meminta agar beberapa hal yang menjadi kekurangan KEK MBTK untuj dapat dikomunkasikan, sebab menurutnya dari upaya menutupi kekurangan itu dapat memungkinkan mengundang investor baru sehingga hasilnya menjadi pendapatan daerah.
“Sampaikan datanya secara terang benderang, nanti kalau pak Pj. Gubernur kalau menghadap ke presiden atau kementerian terkait tidak malu. Permasalahannya ada di diri kita, dan kita belum pernah memikirkannya,” ungkapnya.
Komisi III DPRD Kaltim selalu membuka diri untuk dapat mendiskusikan hal tersebut, terkhusus yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur.
“Kami di Komisi III selalu terbuka. Kami akan mendukung pembangunan khususnya yang ada di Maloy ini,” pungkas Udin. (MF/Adv/DPRDKaltim)











