HarianBorneo.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) luncurkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pemajuan Kebudayaan dalam rangka mewujudkan pemerataan akses aktivitas dan meningkatkan upaya pelestarian kebudayaan di Benua Etam.
Kolaborasi antara lembaga eksekutif dan legislatif menjadi kunci utama dalam pelaksanaan berbagai program yang dirancang untuk melestarikan kebudayaan turun-temurun asli daerah Kaltim.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Safuad pun turut berperan aktif dalam menyebarluaskan dan mensosialisasikan Perda ini kepada masyarakat.
Safuad menggelar kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) di daerah pemilihannya, tepat di Jalan Poros Bontang-Sangatta, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Minggu (18/02/2024).
“Hal ini, kita lakukan sebagai wakil rakyat untuk membina Kebudayaan dalam kehidupan individu, masyarakat dan lembaga serta mewujudkan pemerataan akses aktivitas kebudayaan,” ucap Anggota Komisi I DPRD Kaltim itu.
“Kegiatan ini juga untuk meningkatkan apresiasi terhadap budaya, dan penghargaan kepada pelaku pemajuan kebudayaan atau seniman daerah kita,” sambung Safuad.
Lebih lanjut, dalam konteks pelestarian kebudayaan, Safuad menekankan pentingnya penyebarluasan Perda Pemajuan Kebudayaan ini. Langkah ini menurutnya sangat krusial digalakkan untuk mengawal peningkatan semangat berkarya para pelaku seni di daerah.
“Sehingga mereka mendapat kepastian dari sisi pembinaan, dan dan dukungan anggaran agar mereka memiliki semangat berkarya,” kata Safuad.
Tak hanya itu, ia mengungkapkan keberagaman suku di Kaltim dan nilai tinggi kebudayaan Benua Etam yang perludilestarikan. Safuad mengajak semua pihak untuk menyebarkan Perda ini ke seluruh pelosok Kaltim, menjaga keberlanjutan kebudayaan, dan mengembangkannya dengan baik, terutama untuk generasi muda.
“Kami bersama pemerintah menyebarluaskan perda pemajuan kebudayaan ini ke seluruh pelosok Kaltim. Agar kebudayaan di Kaltim dapat berkembang dan tetap lestari,” tutupnya. (MF/Adv/DPRDKaltim)