HarianBorneo.com, PENAJAM PASER UTARA — Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan daerah, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kalimantan Timur yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Selasa (6/5/2025).
Ketua Pansus LKPj DPRD Kaltim, Agus Suwandy, memimpin langsung kunjungan tersebut didampingi oleh dua anggota Pansus lainnya, Sugiyono dan Fadly Imawan. Mereka meninjau dua titik penting pembangunan di sektor pendidikan, yakni SMK Negeri 6 PPU di Desa Semoi Dua dan SMK Negeri 1 PPU di Desa Bukit Raya.
Di SMK Negeri 6 Semoi Dua, rombongan mendapati dua bangunan yang tengah dalam proses pengerjaan, yaitu gedung lokakarya dan kantor sekolah. Namun, perhatian khusus diberikan kepada bangunan bengkel yang dinilai tidak layak dan jauh dari standar meskipun menelan anggaran lebih dari satu miliar rupiah.
“Bengkel bangunan ini sangat memalukan. Dengan biaya lebih dari satu miliar, hasilnya justru tidak memenuhi standar. Kami akan memberikan banyak rekomendasi agar bangunan ini diperbaiki kembali, sehingga siswa bisa belajar dengan nyaman dan alat-alat praktik dapat tersimpan dengan aman,” ujar Agus Suwandy.
Peninjauan berlanjut ke SMK Negeri 1 Bukit Raya, yang menunjukkan perkembangan lebih baik. Beberapa bangunan utama telah rampung dan siap digunakan. Namun, tim Pansus menemukan adanya aula yang terbengkalai karena kontrak pembangunan yang putus di tengah jalan. Mereka juga mengecek kondisi toilet dan gudang ternak hewan sapi yang menjadi bagian dari fasilitas pendukung pembelajaran.
Secara keseluruhan, Pansus LKPj DPRD Kaltim menegaskan bahwa pengawasan terhadap proyek pembangunan, khususnya di sektor pendidikan, sangat penting untuk memastikan pemanfaatan anggaran berjalan optimal dan hasil pembangunan dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa semua proyek berjalan sesuai rencana, baik dari segi anggaran, kualitas, maupun ketepatan waktu. Harapannya, fasilitas ini bisa segera dinikmati oleh masyarakat dan berkontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan di Kalimantan Timur,” tutup Agus. (DPRDKaltim/Adv/IKH).











