HarianBorneo.com, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun meresmikan Pasar Ramadan Wisata Belanja GOR Segiri Samarinda pada hari ke-4 puasa, di lapangan GOR Segiri Kota Samarinda. Jumat (15/3/24) sore.
Lapangan Parkir Gelanggang Olahraga (GOR) Segiri Samarinda sudah jadi langganan setiap tahunnya. Jadi pasar dadakan terbesar yang buka selama bulan Ramadan.
Ramadhan tahun 2024 ini merupakan gelaran kedua setelah Covid-19, dan selalu di sambut dengan antusiasme tinggi dari masyarakat.
“Keramaian pasar menandakan semangat warga dalam menjalankan ibadah puasa, beberapa hari buka pasar Ramadan ini tidak pernah sepi pengunjung,” kata Andi Harun, Jum’at (15/3/24).
Sebanyak 150 tenant telah terisi, terdiri dari berbagai jenis UMKM, mulai dari makanan ringan hingga berat.
Selain wisata kuliner pasar Ramadan yang beroperasi sejak tanggal 12 Maret hingga 6 April mendatang, juga akan menyelenggarakan berbagai perlombaan. Ada 13 cabang perlombaan, mulai dari lomba melukis, lomba Habsyi, Lomba Sambung Ayat Alquran, Dai Cilik dan lainnya.
“Sekali lagi, saya berterimakasih. Alhamdulillah Ramadan di Samarinda dilaksanakan dengan penuh haru dan kebahagiaan. Pedagang senang, pengunjung senang, warga senang, semua senang. Pokoknya kalau tanpa pasar Ramadan kayak ada yang sangat kurang,” ujarnya.
Meskipun sempat ada kekhawatiran terkait pelaksanaan pasar Ramadan karena pembangunan GOR Segiri, namun berkat kerja sama antara Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda dan panitia, acara ini tetap dapat dilangsungkan.
“Kita telah menyediakan tempat ini, kita harap dapat dirawat dan memeliharanya dengan baik, agar setiap tahun dapat menjadi kegiatan ekonomi, selain sebagai bentuk syiar ramadan,” tuturnya
Diakhir sambutannya Ia menyampaikan, Pasar Ramadan tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga momentum untuk meningkatkan amalan di bulan Ramadan.
Untuk itu Ia berharap, agar kegiatan ini dapat memperbanyak amal kebaikan di bulan suci ini. Dengan begitu, tradisi pasar Ramadan Samarinda terus hidup dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan kehidupan masyarakat setempat. (YH/Adv/PemkotSamarinda)











