HarianBorneo.com, SAMARINDA – Walikota Andi Harun, meresmikan kegiatan Car Free Day (CFD) atau “Hari Tanpa Kendaraan Bermotor”, di Jalan Kesuma Bangsa, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) ditandai dengan pelepasan balon ke udara, pada Minggu (25/2/2024).
Kegiatan CFD ini akan digelar satu pekan sekali, dari pukul 06.00 hingga 09.00 Wita.
“Dengan mengucap bismillah car free day sepanjang jalan Kesuma Bangsa Kota Samarinda saya nyatakan penggunaan dan dipersembahkan untuk segenap masyarakat Samarinda,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Samarinda, Andi Harun, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan CFD ini.
“Kita ingin menjadikan CFD sebagai upaya bersama untuk membangkitkan kembali geliat ekonomi masyarakat konsepnya disatukan, dengan catatan rapi dan tidak kumuh,” paparnya saat di lokasi peresmian.
Andi Hadun menyebutkan bahwa CFD yang digelar ini sebenarnya telah diinisiasi sejak Agustus 2023 lalu dan mulai dilaksanakan pada Januari 2024, meski terus dalam peroses pematangan konsep.
“CFD ini tidak hanya dijalankan sebagai sarana olahraga, tetapi juga menggabungkan konsep publik meeting, rekreasi, dan ruang ekonomi masyarakat. Dalam upaya untuk menciptakan dampak positif secara multipel, pemerintah setempat merencanakan kurasi pelaku ekonomi, dengan fokus pada kuliner sehat dan transformasi digital,” ungkapnya.
Selain itu, pelaksanaan CFD ini juga menjadi langkah konkret dalam transformasi perekonomian lokal, dengan transaksi non tunai dan keterlibatan aktif dari pelaku ekonomi setempat.
“Sambil berjalan kita terus matangkan konsepnya dan baru pada hari ini kita resmikan, walaupun sejak Januari sudah kita laksanakan. Kami masih terus menyempurnakan konsepnya agar memberikan manfaat maksimal,” ujarnya.
Tidak lupa dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat menjaga kebersihan, maka ia meminta pihak Dishub Samarinda agar ketika selesainya kegiatan timnya langsung bergerak agar tidak ada sampah yang berserakan.
“Jadi pasukannya harus siap, pasukan pemberdayaan UMKM nya siap dan pasukan pengelola sampah juga siap,”
“Begitu selesai, maka kegiatan dapat berlangsung normal tanpa ada gangguan seperti sampah dan lainnya,” tegasnya. (YH/Adv/PemkotSamarinda)











