HarianBorneo.com, SAMARIMDA – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Puji Setyowati menginginkan Badan Pengelola Beasiswa Kaltim Tuntas (BP-BKT) berikan bantuan anggaran sertifikasi kompetensi pada murid yang memiliki latar belakang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Hal itu dilakukan untuk mendorong sumber daya manusia (SDM) di Benua Etam siap menyongsong dunia kerja, terutama menyambut pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara ke Kaltim.
“Kami sudah bertemu dengan tim beasiswa. Dalam pertemuan itu, kami menginginkan agar bantuan anggaran bisa diberikan kepada murid SMK untuk mendapat sertifikasi, sehingga mereka siap kerja,” ucap Puji, Sabtu (4/2)
Sayangnya apa yang diusulkan Politisi Partai Demokrat itu justru tidak mendapat respon positif dari tim beasiswa. Mereka, lanjut Puji, justru mengalihkan sertifikasi melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Padahal Puji menilai bahwa dana itu tidak mencukupi untuk membiayai sertifikasi.
“Dana itu kan tergantung jumlah siswa di sekolah, kalau siswanya sedikit ya dapatnya sedikit, belum lagi harus memperhatikan infrastrukturnya, jadi campur tangan Pemda (Pemerintah Daerah) juga diperlukan kalau punya komitmen,” lugasnya.
Puji memaparkan, saat ini jumlah murid SMK yang mengantongi sertifikasi kompetensi masih sangat minim. Padahal sertifikasi menjadi salah satu lampiran dokumen yang tak kalah penting sebagai bekal mereka dalam mencari pekerjaan. Ditambah lagi dalam bidang sertifikasi juga memerlukan perhatian untuk peningkatan kualitas.
“Sangat miris sekali. Bahkan tenaga assesornya saja juga masih terkendala. Bagaimana kita mau bersaing dengan tenaga luar daerah kalau ini saja tidak diperhatikan,” pungkasnya. (NF/Adv/DPRDKaltim)