Reza Pahlevi Ingatkan Dampak Ekonomi Penutupan Lalu Lintas Air di Bawah Jembatan Mahakam I

- Jurnalis

Rabu, 30 April 2025 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Pahlevi. (Foto: Ist)

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Pahlevi. (Foto: Ist)

HarianBorneo.com, SAMARINDA — Wacana penutupan lalu lintas air di bawah Jembatan Mahakam I usai insiden tabrakan kapal pada 26 April 2025 menuai pro dan kontra. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Pahlevi, memberikan pandangan kritis atas keputusan yang diambil dalam rapat dengar pendapat Komisi II DPRD Kaltim.

Menurut Reza, keselamatan memang hal utama, namun keputusan penutupan lalu lintas air bukan perkara sepele karena berisiko menimbulkan masalah ekonomi baru bagi Kalimantan Timur dan bahkan skala nasional.

“Keselamatan jelas penting, tapi jangan sampai keputusan yang kelihatan solutif itu justru memicu persoalan lain,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keputusan tersebut bukan wewenang penuh DPRD. Wewenang pengelolaan bangunan Jembatan Mahakam I ada di Kementerian PUPR, sedangkan otoritas lalu lintas air berada di Kementerian Perhubungan. DPRD, lanjut Reza, hanya bisa mengusulkan dan mengawal melalui fungsi pengawasan.

“Enggak bisa mutlak memutuskan hal itu,” tegas politisi Gerindra tersebut.

Lebih lanjut, Reza mengingatkan empat dampak besar jika lalin air benar-benar ditutup: terganggunya rantai distribusi logistik, hilangnya pendapatan negara dari PNBP sektor transportasi air, terancamnya mata pencaharian ribuan pekerja sektor perairan, serta jatuhnya citra Indonesia sebagai negara maritim.

Ia juga menyerukan penegakan hukum tegas kepada pihak yang bertanggung jawab atas insiden tabrakan. “Kejar pelaku tabrakan. Bila perlu, cabut semua izin usaha terkait, dari nakhoda, anak buah kapal, sampai pemilik perusahaan. Sita kapalnya,” pungkas Reza. (DPRDKaltim/Adv/IKH).

Berita Terkait

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik
Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat
Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet
Anhar : Rumah Sakit di Samarinda Harus Utamakan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bisnis
Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh
Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat
Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM
Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 16:53 WIB

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik

Kamis, 11 September 2025 - 16:50 WIB

Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat

Rabu, 10 September 2025 - 14:45 WIB

Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet

Selasa, 9 September 2025 - 14:40 WIB

Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh

Selasa, 9 September 2025 - 14:38 WIB

Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat

Selasa, 9 September 2025 - 14:36 WIB

Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Senin, 8 September 2025 - 14:31 WIB

DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Tertib Parkir dan Kebersihan di Citra Niaga

Berita Terbaru