Selamet Dukung Program Kementan RI, Untuk Para millenial Yang Tertarik Pada Dunia Pertanian

- Jurnalis

Senin, 4 November 2024 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kaltim, Selamet Ari Wibowo. (Foto : Ist)

Anggota DPRD Kaltim, Selamet Ari Wibowo. (Foto : Ist)

HarianBorneo.com, SAMARINDA – Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Selamet Ari mengungkapkan dukungannya terhadap program Kementerian Pertanian (Kementan) RI, yakni insentif bagi para millenial yang siap bertambah.

Salah satu program Kementan-RI yakni program gaji bagi para millenial yang tertarik dengan dunia pertanian. Tidak tanggung-tanggung, dilansir dari Ayo Bandung.com, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menawarkan besaran gaji minimal Rp 10 Juta per bulan.

Merespon hal tersebut, Selamet sapaan akrabnya menyatakan dukungannya pada program tersebut, meskipun masih perlu menela’ah dalam.penerapannya ke riap daerah. Terutama di Kaltim.

“Saya mendukung upaya ini jika memang bisa mendongkrak ketahanan pangan kita. Namun, perlu diketahui bahwa belum banyak presiden yang berani melakukan reformasi pangan karena risiko besar yang ada,” ungkap Selamet.

Selamet menilai, negara rentan mengalami kekacauan apabila terjadi kelangkaan pangan, sehingga pemerintah sering memilih mengimpor untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan.

Dirinya juga mengusulkan bahwa ketergantungan pada impor bisa dikurangi jika pemerintah berani membiarkan harga pangan domestik naik sementara.

“Jika harga gabah atau komoditas pangan naik, masyarakat akan semakin tertarik untuk bertani. Awalnya harga tinggi, tapi setelah banyak orang bertani, lama-lama harga akan turun secara alami dan kita bisa mencapai surplus,” terangnya.

Lebih lanjut kata Selamet, langkah ini dapat memicu ketahanan pangan yang lebih mandiri. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keberanian pemerintah dalam mengambil langkah ini, yang tentunya resiko yang akan ditanggung adalah urusan perut masyarakat.

“Kalau kita berani mengencangkan ikat pinggang sejenak dan mengurangi impor, kita bisa mulai membangun sektor pangan yang kuat dan mandiri. Tapi, memang perlu keberanian pemerintah untuk melangkah ke arah ini,” pungkasnya. (Rd/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik
Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat
Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet
Anhar : Rumah Sakit di Samarinda Harus Utamakan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bisnis
Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh
Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat
Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM
Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 16:53 WIB

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik

Kamis, 11 September 2025 - 16:50 WIB

Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat

Rabu, 10 September 2025 - 14:45 WIB

Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet

Selasa, 9 September 2025 - 14:40 WIB

Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh

Selasa, 9 September 2025 - 14:38 WIB

Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat

Selasa, 9 September 2025 - 14:36 WIB

Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Senin, 8 September 2025 - 14:31 WIB

DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Tertib Parkir dan Kebersihan di Citra Niaga

Berita Terbaru