Tingginya Harga Gabah dan Pupuk Jadi Tantangan bagi Ketersediaan Beras di Kaltim

- Jurnalis

Selasa, 19 November 2024 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kaltim, Guntur. (Foto : Ist)

Anggota DPRD Kaltim, Guntur. (Foto : Ist)

HarianBorneo.com, SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim, Guntur mengungkapkan keprihatinannya terkait kenaikan drastis harga beras di sejumlah wilayah dan kini menjadi salah satu isu penting yang dihadapi oleh sektor pertanian di Kaltim.

Dirinya menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama kenaikan harga beras adalah tingginya harga gabah dan pupuk, yang berdampak langsung pada biaya produksi petani.

“Penyebab utama melonjaknya harga beras adalah tingginya harga gabah yang disebabkan oleh mahalnya pupuk yang harus dibeli oleh petani,” sebut Guntur.

Lebih lanjut kata Guntur, kenaikan harga pupuk ini membuat biaya produksi semakin membebani petani, yang pada gilirannya berimbas pada harga jual beras yang semakin tinggi.

Legislator Kaltim ini mengusulkan solusi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang dapat berperan dalam menyediakan pupuk dengan harga yang lebih terjangkau bagi para petani.

“Dengan harga pupuk yang lebih murah, biaya produksi bisa ditekan, sehingga harga gabah tetap stabil dan harga beras bisa lebih terjangkau,” terangnya.

Selain itu, Guntur menekankan pentingnya upaya peningkatan efisiensi dalam distribusi pupuk dan peningkatan ketersediaan gabah di pasar.

Terakhir kata Guntur, melalui langkah-langkah ini, diharapkan petani dapat terbantu dalam mengelola biaya produksi, serta menjaga stabilitas harga pangan di Kaltim. (Rd/Adv/DPRDKaltim)

Berita Terkait

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik
Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat
Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet
Anhar : Rumah Sakit di Samarinda Harus Utamakan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bisnis
Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh
Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat
Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM
Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 16:53 WIB

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik

Kamis, 11 September 2025 - 16:50 WIB

Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat

Rabu, 10 September 2025 - 14:45 WIB

Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet

Selasa, 9 September 2025 - 14:40 WIB

Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh

Selasa, 9 September 2025 - 14:38 WIB

Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat

Selasa, 9 September 2025 - 14:36 WIB

Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Senin, 8 September 2025 - 14:31 WIB

DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Tertib Parkir dan Kebersihan di Citra Niaga

Berita Terbaru