HarianBorneo.com, SAMARINDA – Diskusi serius terkait hasil survei kemiskinan di Kota Samarinda dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda pada Senin, (13/11/2023).
Kepala Diskominfo Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah, menjelaskan bahwa rapat verifikasi data kemiskinan saat ini masih berlangsung dan data yang ada masih belum dapat dipastikan sebagai data yang valid.
Oleh karena itu, pihaknya menyoroti pentingnya pengecekan ulang data masyarakat miskin yang belum ditemukan oleh kelurahan dan kecamatan di Samarinda.
“Terdapat sekitar 8.000 orang yang masih belum tercatat dalam data kami. Kami ingin memastikan bahwa meskipun data ini belum ditemukan, namun informasi mengenai mereka tetap ada,” ungkap Aji Syarif Hidayatullah.
Data yang tercatat saat ini menyebutkan bahwa ada 41 ribu rumah tangga masyarakat miskin dari target survei sebanyak 43.384 rumah tangga.
“Namun, perlu diingat bahwa data ini masih bersifat preliminary. Target survei kita sebanyak 43.384 rumah tangga dengan total anggota 154.044. Setelah dilakukan survei dan validasi, baru 96,8 persen atau 41.685 rumah tangga yang berhasil dicacah,” jelasnya.
Meskipun data belum final, Aji Syarif Hidayatullah menegaskan bahwa Pemkot Samarinda berkomitmen untuk terus mencari dan memverifikasi data masyarakat yang belum tercatat, sehingga status kemiskinan mereka dapat diperbarui.
“Kami berharap bahwa pada akhir bulan ini, data yang telah divalidasi akan diumumkan oleh Wali Kota sebagai data kemiskinan Kota Samarinda yang valid,” tambahnya. (RY/Adv/DiskominfoSamarinda)











