HarianBorneo.com, SAMARINDA – Seiring mendekati akhir tahun, sejumlah proyek fisik hampir mencapai tahap penyelesaian, termasuk penanganan banjir dan pembangunan infrastruktur. Proses evaluasi rutin dilakukan oleh Komisi III DPRD Samarinda untuk memastikan kelancaran pelaksanaan proyek-proyek tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Eko Elyasmoko, mengakui bahwa pihaknya secara tahunan melakukan peninjauan di beberapa lokasi yang menjadi fokus pengawasan. Khususnya proyek-proyek yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda, sebagaimana disetujui bersama oleh Pemkot Samarinda.
“Evaluasi kami fokus pada proyek-proyek yang menggunakan APBD kota, sedangkan proyek-proyek dengan pendanaan APBN atau bantuan keuangan provinsi berada di bawah pengawasan instansi terkait,” ungkap Eko.
Sebagai anggota Partai Demokrat, Eko menyoroti beberapa proyek, termasuk pembangunan drainase di Jalan PM Noor yang sebelumnya menarik perhatian masyarakat.
“Proyek itu awalnya dikerjakan oleh provinsi dan kemudian dilanjutkan dengan APBN. Ada kekhawatiran terkait pengelolaan anggaran karena adanya tumpukan biaya untuk penutupan dan pembukaan kembali proyek saat pelaksanaan oleh Pemkot,” jelasnya.
Eko juga mencatat adanya keluhan dari masyarakat terkait gangguan pendistribusian air bersih akibat proyek drainase tersebut. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya peningkatan koordinasi antara Pemkot Samarinda, Pemprov Kaltim, dan pihak pusat.
“Seiring berakhirnya tahun ini, kami akan melakukan tinjauan lapangan untuk memastikan bahwa semua proyek berjalan sesuai harapan masyarakat,” tambah Eko. (FI/Adv/DPRDSamarinda)











