HarianBorneo.com, SAMARINDA – Kasus peredaran narkotika yang belakangan ini terjadi di Kota Samarinda, menyita perhatian Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sani Bin Husain.
Menurutnya Peredaran narkotika di Kota Samarinda masih tinggi terbukti bahwa Samarinda masih menduduki peringkat teratas untuk peredaran narkotika se-Kaltim.
”Kita sebenarnya punya badan yang melawan usaha penyalahgunaan narkoba itu namanya BNN kota Samarinda namun mereka tidak didukung oleh pembiayaan atau pendanaan yang cukup,” Kata Sani, Minggu (19/11/2023) saat dikonfirmasi melalui sambungan Telepon.
Lebih Lanjut, ia mengungkapkan bahwa Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda memiliki giat yang sangat bagus dalam penanganan kasus penyalahgunaan narkoba, seperti giat desa bersinar, kampanye-kampanye anti narkoba dan penyuluhan pencegahan narkoba.
Dalam upaya pencegahannya, Sani mengusulkan kepada pemerintah kota (Pemkot) Samarinda agar BNN menjadi perhatian. Meskipun masuk dalam lembaga vertikal tetapi Pemkot diharapkan memberikan hiba agar program-program BNN bisa membantu masyarakat Samarinda ini terhindar dari narkoba.
“Saya minta perhatian Pemkot terhadap mental dan keselamatan masyarakat khususnya anak muda, ditengah-tengah PAD yang meningkat saya konkrit meminta Pemkot sekiranya menghibahkan dana ke BNN , mudah-mudahan dampaknya positif terhadap perkembangan generasi muda,” Tuturnya.
Kemudian, politisi Partai Keadilan sejahtera ini menyebutkan menjaga generasi agar tidak menyalahgunakan narkoba sejalan dengan visi misi walikota yaitu menjadikan kota Samarinda kota peradaban yang sehat orangnya, sehat cara berpikirnya.
“Narkoba ini menganggu cara orang berpikir, menganggu kesehatan, merusak generasi dan lingkungan maka dari itu upaya pemerintah sangat ditunggu karena sudah saatnya kota Samarinda membuktikan bahwa benar kita telah menjadi kota peradaban,” pungkasnya. (FI/Adv/DPRDSamarinda)











