HarianBorneo.com, SAMARINDA – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kota Samarinda, Puji Astuti, menyoroti tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) di kota Samarinda.
Sri Puji membeberkan hingga kini Forum CSR di Samarinda saat ini belum, sehingga menyebabkan program-program CSR hanya berjalan secara parsial. Meskipun ada upaya dari perusahaan-perusahaan seperti Pertamina yang membantu renovasi puskesmas dan bank-bank yang mendukung pembuatan taman, namun masih terdapat wilayah-wilayah yang belum terjangkau oleh program-program ini.
Namun, Dirinya memberikan harapan dengan menyebutkan bahwa proses pembentukan Forum CSR di Kota Samarinda telah dimulai. Meskipun masih ada kendala-kendala yang perlu diatasi, namun langkah-langkah konkret telah diambil untuk memastikan Forum CSR dapat berjalan dengan baik dan intens di masa mendatang.
“Saat ini sedang di coba ya, sudah terbentuk forumnya tapi orang orang nya yang siapa siapa saja itu masih belum ” ujarnya pada Kamis (22/2/2024).
Lanjutnya, bahwa sudah ada rencana dalam pelantikan untuk forum CSR ini tetapi lagi lagi terhambat sebab ada beberapa hal yang harus di penuhi, sehingga proses pelantikan itu belum bisa dilaksanakan dan akhirnya di undur.
Sri Puji menegaskan perlunya transparansi dari pemerintah kota terkait penggunaan dana CSR, “memang betul seakan – akan csr bisa menanggulangi permasalhan sosial yang ada di kota samarinda, tapi belum tentu krna kami menelusuri pemerintah kota ingin apa,bahkan pak walikota sendiripun berbicara untuk mnegtuk pintu perusahaan itu hanya dapat 1 miliar” terangnya.
Selain itu, Astuti mencatat bahwa banyak perusahaan yang beroperasi di Samarinda memiliki kantor pusat di kota-kota lain seperti Jakarta, Surabaya, Balikpapan, dan Makassar, menyulitkan upaya penelusuran dan pengelolaan dana CSR. (MR/Adv/DPRDSamarinda)











