HarianBorneo.com, SAMARINDA – Kejadian pembegalan yang tengah marak di Kota Samarinda menjadi perhatian serius bagi masyarakat, mengingat potensi bahaya yang terjadi terutama pada malam hari.
Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Khairin, menyikapi persoalan ini dengan mengungkapkan bahwa sebagian besar pemberitaan mengenai pembegalan ternyata hoaks atau tidak terjadi.
Khairin mengungkapkan bahwa ketika dirinya mendapat informasi tentang pembegalan, langsung berkomunikasi dengan pihak berwajib untuk memastikan kebenarannya.
“Saya tidak dapat berita akuratnya dan saya sempat dapat berita tentang pembegalan di pelita, itu saya langsung berkomunikasi dengan wakasat reskrim polres, dan langsung di perintahkan tim buzzer nya untuk mencari tau, ternyata itu hoax,” jelas Khairin
Meskipun demikian, Khairin menyarankan agar jika benar terjadi pembegalan, masyarakat dapat menghubungi tim dari kepolisian atau TNI yang ada di wilayah setempat.
“Dua babin ini yang kemudian menurut saya itu representasi dari kekuatan dari TNI maupun Polri yang ada di tengah tengah kita,” ungkapnya.
Khairin menekankan pentingnya komunikasi yang efektif antara masyarakat dan pihak berwajib untuk menjaga keamanan bersama.”Semua masyarakat kota samarinda itu punya hak untuk mengakses yang bisa menghubungi khususnya di wilayah kelurahn kita,” tegasnya.
Dengan pengalaman mendapati informasi hoax sebelumnya, Khairin menegaskan bahwa ia berhati-hati dalam memberikan komentar terkait pembegalan yang dilaporkan. (MR/Adv/DPRDSamarinda)











