HarianBorneo.com, SAMARINDA – Sekertaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, menyoroti kurangnya perhatian Pemerintah Kota terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam beberapa hari terakhir, laporan-laporan dari masyarakat terus mengalir terkait kekurangan pasokan air bersih di berbagai daerah, menciptakan kondisi krisis yang meresahkan.
Kekhawatiran masyarakat mencapai puncaknya ketika unjuk rasa terjadi di Borneo Mukti 2 Jalan Gerilya, di mana pasokan air dari PDAM terhenti selama hampir satu bulan. Hal serupa juga terjadi di Pondok Surya Indah, Sempaja, dengan kebutuhan air bersih tidak terpenuhi selama hampir dua bulan.
“Masih ada laporan-laporan masyarakat terkait penyaluran air bersih, tolong segera ditangani. Jangan hanya fokus pada pembangunan infrastruktur,” ujarnya.
Novan menegaskan bahwa penanganan masalah ini bukanlah pilihan, melainkan kewajiban pemerintah. Dia menyerukan kepada pemerintah, khususnya kepada Wali Kota Samarinda, untuk mengawasi langsung situasi ini dan memastikan bahwa kebutuhan akan air bersih masyarakat terpenuhi.
“Maka dari itu, kami mendesak pemerintah, khususnya Wali Kota Samarinda, agar mengatur jajarannya untuk dapat memantau langsung. Memastikan kebutuhan air bersih warga bisa terpenuhi,” ucapnya.
Namun, isu ini tidaklah baru. Novan mengungkapkan bahwa beberapa daerah, seperti Jalan Gerilya, telah menghadapi masalah serupa sejak tahun 1996 tanpa penyelesaian yang memuaskan dari pemerintah.
“Kurang lebih 50 rumah di sana, dari tahun 1996 belum menerima air bersih. Nah, kendala itu dimana?,” jelasnya. (MR/Adv/DPRDSamarinda)











