HarianBorneo.com, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda merencanakan pemasangan lampu bawah jembatan untuk meningkatkan keselamatan masyarakat dan memudahkan kapal pengangkut batu bara melintasi jembatan. Namun, rencana ini mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra.
Samri mendukung pemasangan lampu sebagai langkah untuk menjaga keamanan warga, tetapi ia menekankan bahwa proyek tersebut harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan bukan sekadar formalitas.
“Kami setuju kalau jembatan itu di pasangi lampu dalam rangka keamanan, tapi kalau hanya sekedar untuk ada kerjaan saja itu tidak bagus” ungkap Samri, pada Selasa (28/05/2024).
Samri mengingatkan bahwa program seperti ini sering kali hanya bersinar di awal pelaksanaannya, namun kemudian lampu-lampu tersebut tidak dinyalakan secara konsisten, sehingga proyek menjadi sia-sia.
“Kan kebanyakan begitu awal awalnya saja bersinar, nanti 2 bulan kemudian gelap gulita yang penting proyek sudah terlaksana kewajiban sudah gugur,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga estetika kota, terutama pada malam hari. Pemasangan lampu yang tidak diikuti dengan pemeliharaan rutin akan menghilangkan daya tarik Kota Tepian yang indah di malam hari.
“Lampu mahkota yang awalnya nyala setiap malam, sekarang sudah jarang kita lihat lampu
variasi nya itu, padahal itu yang bikin cantik. Tapi ketika sudah dipasang kemudian tidak di nyalakan percuma,” jelasnya.
Meski demikian, Samri menegaskan bahwa jika pemasangan lampu benar-benar bertujuan untuk keselamatan, pihaknya sangat mendukung. Ia sendiri sering melewati jembatan tersebut dan menyadari bahaya yang bisa terjadi jika jembatan dalam keadaan gelap.
“Jadi kalau lampu lampu sekarang yang sudah dipasang kemudian jarang di nyalakan alasan hemat energi gitu hemat biaya, makanya kalau bikin program itu jangan yang banyak biaya, termasuk kan terowongan nanti itu,” pungkasnya. (MR/Adv/DPRDSamarinda)
Penulis : Riduan
Editor : Fai











