DPRD Samarinda Gelar Hearing Bahas Sertifikasi Halal dan Higienis untuk RPH dan RPU

- Jurnalis

Jumat, 14 Juni 2024 - 06:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim. (Foto: Ist)

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim. (Foto: Ist)

HarianBorneo.com, SAMARINDA – Komisi II DPRD Kota Samarinda mengadakan hearing bersama perwakilan Rumah Potong Hewan (RPH), Rumah Potong Unggas (RPU), Juru Sembeli Halal (Juleha), serta Dakwah Sembeli Halal (DSH) untuk membahas tantangan minimnya sumber daya manusia yang tersertifikasi dalam halal dan higienis.

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim menyoroti kebutuhan akan dua juru sembelih halal yang bersertifikasi BNSP atau telah mengikuti pelatihan khusus di setiap RPH dan RPU yang memenuhi standar.

“Kemudian juga tadi ada RPH milik pemerintah di tanah merah. Intinya untuk membantu iklim halal dan higenis ini di samarinda itu kita masih sangat kekurangn RPH, RPU yang sudah tersertifikasi halal dan tersertifikasi higenis itu masih kurang,” ungkapnya.

Dia juga mengeluhkan kerumitan dalam proses sertifikasi, mulai dari infrastruktur hingga kualifikasi SDM yang memadai. Dalam hearing ini, perwakilan dari industri memberikan masukan penting tentang perlunya pembinaan intensif dari pemerintah kota.

“Jadi sosialisasi kemudian pembinaan dan sosialisasi dan penerbitan sertifikat itu. Nah tadi kita minta Pemerintah lakukan pembinaan kepada RPH RPU mandiri, jadi itu di bina sehingga mereka bisa memenuhi standar halal dan higenis,” terangnya.

Rohim juga mengungkapkan bahwa dari sekitar 300 orang Juru Sembeli Halal (DSH) dan sekitar 100 orang Juru Sembeli Unggas (Juleha) yang ada, hanya sedikit yang telah berhasil mendapatkan sertifikasi, menunjukkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan jumlah SDM yang tersertifikasi.

“Jadi memang secara sdm juga masih sangat minimal. Makanya ini kan rpu rpu dan juru sembelih ini di bawah dinas ketahanan pangan,” jelasnya.

Akhir Rohim, menginformasikan pihaknya telah meminta OPD terkait untuk membina mereka, jadi harus mulai dari database kemudian pelan pelan mulai di bina. Adanya pembinaan tersebut disebabkan memiliki sedikit kerumitan dalam prosesnya untuk bisa memiliki sertifikat halal dan higienis. (MR/Adv/DPRDSamarinda)

Penulis : Riduan

Editor : Fai

Berita Terkait

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik
Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat
Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet
Anhar : Rumah Sakit di Samarinda Harus Utamakan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bisnis
Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh
Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat
Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM
Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 16:53 WIB

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik

Kamis, 11 September 2025 - 16:50 WIB

Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat

Rabu, 10 September 2025 - 14:45 WIB

Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet

Selasa, 9 September 2025 - 14:40 WIB

Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh

Selasa, 9 September 2025 - 14:38 WIB

Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat

Selasa, 9 September 2025 - 14:36 WIB

Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Senin, 8 September 2025 - 14:31 WIB

DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Tertib Parkir dan Kebersihan di Citra Niaga

Berita Terbaru