HarianBorneo.com, SAMARINDA – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Joni Sinatra Ginting, mengangkat permasalahan terkait ketersediaan air bersih bagi masyarakat Samarinda.
Meskipun Samarinda adalah kota besar yang layak huni, masih banyak warga yang belum mendapatkan akses air bersih yang memadai. Ginting menyoroti kondisi warga di Jalan M. Yamin, di mana beberapa RT, seperti RT 9 dan 10, masih bergantung pada air sumur, sedangkan RT 11 sudah mendapatkan akses air bersih.
“Apalagi, Samarinda akan menjadi salah satu kota penyangga IKN. Kondisi ini sangat memprihatinkan,” tuturnya.
Ginting membandingkan situasi di Samarinda dengan kota-kota lain seperti Depok, Tangerang, dan Bogor, yang memiliki akses air bersih yang lebih baik. Ia menekankan bahwa masalah geografis bukanlah hambatan utama untuk penyediaan air bersih.
Selain itu, Ginting menyoroti kontribusi PDAM yang belum terlihat meskipun telah dianggarkan sejak 2019, “Jika memang ada kontribusinya, tunjukkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ginting berharap perhatian ini akan membuka mata pemerintah kota terhadap kebutuhan mendesak akan air bersih di berbagai daerah di Samarinda. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat dapat lebih terjamin dan kota Samarinda siap menjadi penyangga IKN. (MR/Adv/DPRDSamarinda)
Penulis : Riduan
Editor : Fai











