Tantangan Regenerasi Petani di Tenggarong Seberang, Langkah Strategis untuk Masa Depan

- Jurnalis

Kamis, 13 Maret 2025 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasan pertanian yang ada di Kecamatan Tenggarong Seberang. (Foto: Ist)

Kawasan pertanian yang ada di Kecamatan Tenggarong Seberang. (Foto: Ist)

HarianBorneo.com, TENGGARONG – Kecamatan Tenggarong Seberang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah lumbung pangan utama di Kalimantan Timur. Namun, sektor pertanian menghadapi tantangan besar dalam regenerasi petani, yang dapat menghambat keberlanjutan produksi pangan di masa mendatang.

Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono, mengungkapkan bahwa pertanian di wilayahnya memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama dengan dukungan modernisasi dan teknologi pertanian. “Kami terus berupaya meningkatkan produktivitas dengan mekanisasi, distribusi pupuk bersubsidi, serta perbaikan sistem irigasi. Namun, tantangan terbesarnya adalah kurangnya minat generasi muda untuk bertani,” jelasnya.

Ia menyebut bahwa mayoritas petani di Tenggarong Seberang saat ini berusia di atas 50 tahun, sementara anak-anak mereka lebih memilih bekerja di sektor lain. “Banyak anak muda yang merasa pertanian kurang menarik dibandingkan pekerjaan di perkotaan atau sektor industri,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah kecamatan bekerja sama dengan Pemkab Kutai Kartanegara menggalakkan program pelatihan dan pendampingan bagi generasi muda agar tertarik menekuni pertanian. Namun, minat mereka masih sangat rendah. “Kami pernah mengadakan pelatihan di Desa Bangunrejo, awalnya ada 10 peserta, tapi hanya satu yang bertahan sampai akhir. Ini menunjukkan bahwa regenerasi petani masih menjadi tantangan besar,” tambahnya.

Menurutnya, diperlukan pendekatan baru untuk mengubah persepsi anak muda terhadap pertanian. Program seperti “Petani Itu Hebat” yang digagas Pemkab Kukar diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda tentang peluang bisnis di sektor pertanian.

“Kami berharap dengan adanya inovasi dan dukungan pemerintah, sektor pertanian bisa kembali menarik minat anak muda. Jika tidak ada regenerasi, dalam beberapa tahun ke depan kita akan menghadapi krisis tenaga kerja di bidang pertanian yang bisa berdampak pada produksi pangan daerah,” tutupnya. (VY/Adv/DiskominfoKukar)

Berita Terkait

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik
Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat
Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet
Anhar : Rumah Sakit di Samarinda Harus Utamakan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bisnis
Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh
Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat
Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM
Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 16:53 WIB

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik

Kamis, 11 September 2025 - 16:50 WIB

Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat

Rabu, 10 September 2025 - 14:45 WIB

Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet

Selasa, 9 September 2025 - 14:40 WIB

Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh

Selasa, 9 September 2025 - 14:38 WIB

Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat

Selasa, 9 September 2025 - 14:36 WIB

Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Senin, 8 September 2025 - 14:31 WIB

DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Tertib Parkir dan Kebersihan di Citra Niaga

Berita Terbaru