HarianBorneo.com, TENGGARONG – Pemerintah Kecamatan Sebulu meluncurkan paket armada baru untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah. Camat Sebulu, Edy Fachruddin, menyebut dua truk compactor, satu pikap L300, dan dua motor roda tiga resmi beroperasi sejak April 2025.
“Armada ini menggantikan kendaraan lama yang sering mogok. Kini siklus angkut bisa dua kali sehari di zona padat,” ujar Edy.
Kecamatan Sebulu sebelumnya hanya memiliki satu truk terbuka yang melayani 11 desa. Akibatnya, sampah kerap menumpuk dan warga membakar limbah di pekarangan. Dengan tambahan armada, ritase pengangkutan meningkat 60 persen.
Selain menguatkan armada, pemerintah menyiapkan skema retribusi berbasis volume. Warga diberikan kantong berwarna dengan kode QR; petugas menimbang di TPS terpadu, biaya ditagih nontunai via aplikasi.
“Skema ini memicu warga memilah sampah. Kantong organik diolah menjadi kompos di bank sampah induk, sedangkan anorganik dijual ke mitra daur ulang,” jelas Edy.
Dinas Lingkungan Hidup Kukar turut mendukung dengan pelatihan kemitraan produsen — pengepak barang bekas diajari membuat kerajinan dari plastik multilayer. Program ini ditargetkan menekan timbunan sampah 30 persen pada 2026.
Edy juga menggandeng karang taruna untuk patroli sungai, memastikan tidak ada pembuangan limbah ke badan air. “Kami ingin Sebulu jadi contoh kecamatan hijau yang mengedepankan ekonomi sirkular,” tegasnya. (VY/Adv/DiskominfoKukar)











