HarianBorneo.com, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun masyarakat, asalkan diberi ruang untuk berkembang serta kepercayaan yang setara.
Pesan itu ia sampaikan dalam kegiatan Pendidikan Politik bagi Kaum Perempuan bertajuk “Hak-hak Perempuan dalam Politik dan Demokrasi” yang digelar di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda belum lama ini.
Dalam forum tersebut, Sri Puji tidak hanya berbagi materi, tetapi juga pengalaman pribadinya selama tiga periode duduk di kursi legislatif.
Ia mengajak para peserta, khususnya perempuan dan generasi muda, untuk berani percaya diri, mandiri, serta aktif di berbagai bidang.
“Pendidikan politik penting sebagai bekal. Perempuan harus terus melatih diri, aktif di organisasi sosial, dan ikut memberikan kontribusi dalam pembangunan. Peran itu tidak terbatas di politik saja, karena setiap warga negara punya hak yang sama,” jelasnya.
Sri Puji menekankan, pemberdayaan perempuan sebaiknya dimulai dari lingkup keluarga. Perempuan yang berdaya, menurutnya, mampu meningkatkan kualitas keluarga dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat luas.
“Perempuan adalah pilar keluarga. Dari ibu yang kuat lahir anak-anak yang tangguh, dan itu akan membentuk generasi yang lebih baik,” ujarnya.
Mengenai target keterwakilan 30 persen perempuan di parlemen, Sri Puji mengakui tantangan yang ada masih cukup besar. Namun, ia meyakini bahwa kunci kesuksesan perempuan bukan sekadar modal materi, melainkan kapasitas diri, kesiapan mental, serta kepercayaan masyarakat.
“Perempuan harus terus menambah ilmu, meningkatkan keterampilan, dan membangun empati agar keberadaannya di masyarakat benar-benar memberi manfaat,” pungkasnya. (RD/Adv/DPRDSamarinda)











