HarianBorneo.com, SAMARINDA – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Samarinda, Novi Marinda Putri menyebutkan kelangkaan tersebut disebabkan karena adanya pengurangan kuota dari Pertamina sehingga menjadi persoalan warga dalam mendapatkannya.
“Di Samarinda sendiri itu ada pengurangan kuota sekitar 6,42 persen dan itu juga yang membuat masyarakat akhirnya panik,” ungkapnya. Senin, 3 Juli 2023.
Novi mengajak kepada seluruh masyarkat agar dapat menggunakan gas lPG sesuai dengan peruntukannya, serta mengarapkan masyarakat untuk tidak ikut menimbun gas LPG yang menyebabkan ketersediaan menjadi tidak stabil.
“Fenomena kelangkaan gas ini kan terjadi berskala nasional, karena terjadi pengurangan gas elpiji 3 kg. Dan kepada agen-agen, jangan ada permainan-permainan di lapangan agar masyarakat tidak kesulitan”, tukasnya.
Tak hanya itu, dirinya juga menghimbau agar pertamina melakukan distribusi gas LPG 3 kg bersubsidi tersebut tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak mendapatkannya, “Seperti restoran besar harusnya tidak menggunakan gas melon ini, harusnya tabung gas ini hanya digunakan oleh masyarakat menengah ke bawah,” jelasnya.
Legislator perempuan itu juga meminta adanya langkah yang cepat dari Pemerintah Kota Samarinda serta pihak pertamina dalam mengatasi persoalan kelangkaan tersebut.
“Pertamina juga harus bisa mencarikan solusi agar kelangkaan tidak terjadi di masyarakat, jadi kami meminta mereka menambah kuotanya paling tidak mengembalikan kuota yang ada sebelumnya,” tutupnya. (MR/Adv/DPRDSamarinda)











