HarianBorneo.com, TENGGARONG – Kampong Kuliner Tradisional ke-4 kembali digelar oleh Komunitas G7 Muda dan Kreatif bersama Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, pada Minggu (5/11/2023). Kegiatan ini merupakan festival budaya dan ekonomi yang menampilkan kuliner, kesenian, dan lomba tradisional Kutai.
Kegiatan ini diawali dengan pawai yang diikuti oleh ratusan warga dan dilepas oleh Lurah Baru, Bayu Ramanda Baninugraha. Selama seminggu, kegiatan ini menyuguhkan berbagai stan UMKM yang menjual makanan khas Kutai, seperti binka, sanggar, kue serabi, dan lainnya. Kegiatan ini juga mengadakan berbagai lomba dan hiburan tradisional, seperti olahraga, mewarnai, karaoke, tingkilan, dan tarian.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan melestarikan budaya Kutai, khususnya di bidang kuliner. Bayu mengatakan bahwa kebudayaan Kutai tidak hanya ada di lingkup kesultana, tetapi juga di masyarakat. Ia berharap kegiatan ini dapat menghidupkan kembali kebudayaan Kutai yang sering terlupakan.
“Ada banyak hal yang menarik dan unik yang perlu diketahui oleh banyak orang,” kata Bayu.
Bayu juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan bantuan melalui Dinas Pariwisata. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama Kelurahan Baru yang merupakan kelurahan terkecil di Tenggarong.
“Kami ingin kegiatan ini dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Ketua Panitia Kampong Kuliner Tradisional ke-4, Ihza, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menyajikan kuliner, tetapi juga berbagai lomba dan hiburan tradisional. Ia berharap kegiatan ini dapat meriah dan bermanfaat bagi para UMKM dan masyarakat setempat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Kutai masih memiliki semangat dan kreativitas yang tinggi,” tutup Ihza. (VY/Adv/DiskominfoKukar)











