Aktivitas Cut and Fill di Bukit Pinang Disorot DPRD Samarinda, Dinilai Berisiko Ganggu Lingkungan

- Jurnalis

Selasa, 26 Agustus 2025 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto : Ist)

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Foto : Ist)

HarianBorneo.com, SAMARINDA – Aktivitas pematangan lahan dengan metode cut and fill di kawasan pergudangan Jalan Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, kembali menuai perhatian.

DPRD Kota Samarinda mengingatkan potensi gangguan lingkungan serius jika kegiatan tersebut tidak diawasi secara ketat.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyebut hasil peninjauan lapangan menemukan sejumlah persoalan yang perlu segera ditangani.

Meski jarak pemindahan tanah dalam proyek tersebut relatif dekat, dampaknya meluas hingga ke jalan umum dan permukiman sekitar.

“Dampaknya bukan hanya di lokasi pekerjaan, tapi juga terasa sampai ke area sekitar,” ujarnya.

Metode cut and fill lazim digunakan untuk meratakan lahan dalam proyek besar. Namun di Bukit Pinang, tanah yang tercecer ke jalan menjadi licin saat hujan dan membahayakan pengguna jalan.

Selain itu, Deni menyoroti kerusakan ekosistem rawa akibat sedimentasi yang terbawa air hujan. Endapan tersebut mempercepat pendangkalan, memperlambat aliran air, bahkan meningkatkan potensi banjir saat musim hujan.

“Air yang harusnya mengalir lancar justru tertahan karena endapan itu,” jelasnya.

Menindaklanjuti temuan tersebut, DPRD Samarinda meminta aparat penegak perda, khususnya Satpol PP, meneliti kelengkapan izin proyek dan memastikan kegiatan memenuhi ketentuan lingkungan hidup.

“Kalau memang ada yang belum dipenuhi, sebaiknya dihentikan sementara dengan police line sampai semua kewajiban lingkungan dijalankan,” tegasnya.

Deni menambahkan, DPRD akan terus mengawasi proyek pembangunan agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun merusak lingkungan.

“Setiap pembangunan harus sejalan dengan prinsip kelestarian lingkungan, bukan justru menambah ancaman,” pungkasnya. (RD/Adv/DPRDSamarinda)

Berita Terkait

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik
Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat
Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet
Anhar : Rumah Sakit di Samarinda Harus Utamakan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bisnis
Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh
Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat
Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM
Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 16:53 WIB

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik

Kamis, 11 September 2025 - 16:50 WIB

Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat

Rabu, 10 September 2025 - 14:45 WIB

Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet

Selasa, 9 September 2025 - 14:40 WIB

Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh

Selasa, 9 September 2025 - 14:38 WIB

Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat

Selasa, 9 September 2025 - 14:36 WIB

Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Senin, 8 September 2025 - 14:31 WIB

DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Tertib Parkir dan Kebersihan di Citra Niaga

Berita Terbaru