HarianBorneo.com, SAMARINDA – Kehadiran rumah sakit baru di Jalan Bung Tomo disambut positif sebagai tambahan fasilitas kesehatan bagi masyarakat Samarinda.
Namun, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, mengingatkan agar orientasi bisnis tidak menggeser tujuan utama pelayanan kesehatan, yakni menyelamatkan nyawa pasien.
“Rumah sakit memang bisa dikelola secara usaha, tetapi jangan sampai melupakan bahwa yang ditangani adalah nyawa manusia,” tegas Anhar.
Ia menilai bertambahnya fasilitas kesehatan menunjukkan pola pikir masyarakat yang semakin maju, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.
Menurutnya, pada masa lalu Samarinda hanya mengandalkan rumah sakit pemerintah, sementara fasilitas swasta masih sangat terbatas.
“Dulu rumah sakit swasta bisa dihitung dengan jari, contohnya Rumah Sakit Islam yang akhirnya tutup, dan Dirgahayu yang sampai sekarang masih bertahan,” ujarnya.
Anhar juga menyinggung peran organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah yang sejak awal mendirikan rumah sakit dengan dasar kepedulian sosial, bukan sekadar bisnis. Namun, ia melihat perkembangan terkini justru banyak rumah sakit baru hadir dengan orientasi komersial.
“Sekarang sudah banyak investor masuk, cara berpikirnya lebih ke arah bisnis,” tambahnya.
Meski begitu, ia menegaskan tanggung jawab utama penyediaan layanan kesehatan tetap berada di tangan pemerintah. Kehadiran sektor swasta dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti.
“Pemerintah tetap menjadi penanggung jawab utama, sementara swasta berperan mendukung ketersediaan layanan,” jelasnya.
Lebih jauh, Anhar menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan usaha dan nilai kemanusiaan. Pasien, kata dia, datang dengan harapan sembuh, sehingga pelayanan medis tidak boleh diperlakukan semata-mata sebagai transaksi komersial.
“Keselamatan pasien harus selalu jadi prioritas nomor satu,” tegasnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa semakin banyaknya rumah sakit menandakan kondisi darurat kesehatan. Menurutnya, fenomena itu lebih tepat dibaca sebagai cerminan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan medis.
“Dengan adanya rumah sakit baru, akses masyarakat semakin luas. Tantangannya adalah memastikan semuanya tetap berpegang pada nilai kemanusiaan,” pungkasnya. (RD/Adv/DPRDSamarinda)











