HarianBorneo.com, TENGGARONG – Hamly, Kepala Dinas Sosial Kutai Kartanegara (Dinsos Kukar), mengungkapkan upaya pembenahan data melalui penggunaan aplikasi database dan pendataan manual.
“Terkadang, petugas lapangan kurang memahami proses pendataan dengan baik. Mereka hanya mendatangi rumah-rumah tanpa memverifikasi kevalidan data,” kata Hamly.
Menurutnya, komunikasi intensif di lapangan adalah kunci untuk memastikan data tetap terkini.
Diperlukan sinergi antara Dinsos, masyarakat, dan aparat setempat untuk mencatat setiap perubahan data dengan cepat.
“Kita perlu lebih sering berkomunikasi di lapangan agar data yang kita miliki selalu terkini. Penting juga bagi keluarga untuk melapor ke RT jika ada perubahan seperti pindah rumah,” tambah Hamly.
Hamly menegaskan pentingnya sosialisasi kepada petugas lapangan agar pendataan lebih akurat.
“Kami tidak hanya memperbaiki data, tetapi juga memberikan pelatihan kepada petugas lapangan agar mereka dapat melakukan pendataan dengan lebih baik,” tutup Hamly. (VY/Adv/DiskominfoKukar)











