HarianBorneo.com, TENGGARONG – Arianto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar), dengan penuh antusiasme mengumumkan bahwa era desa tanpa listrik di Kukar telah berakhir. Program Terang Kampoengku, yang merupakan bagian integral dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, telah berhasil menerangi setiap pelosok desa, memastikan bahwa visi listrik untuk setiap rumah bukan lagi sekadar mimpi.
“Program Terang Kampoengku telah menjadi pionir dalam membawa cahaya ke lebih dari seratus desa, menghapus kegelapan dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah,” ucap Arianto.
Program ini telah mengubah malam yang gelap menjadi terang, memberikan warga Kukar akses ke listrik yang selama ini hanya bisa mereka impikan. “Sekarang, listrik telah menjadi bagian dari keseharian, menerangi setiap langkah warga Kukar,” kata Arianto.
Meskipun banyak kemajuan yang telah dicapai, masih ada rintangan yang harus dihadapi. Desa-desa terpencil dengan tantangan geografis dan infrastruktur yang terbatas masih menunggu giliran untuk diterangi. “Seperti di Desa Kupang Baru, di mana beberapa RT masih sabar menunggu giliran. Kami bertekad untuk terus bekerja hingga cahaya listrik menyentuh setiap rumah,” tegas Arianto.
Arianto juga menambahkan bahwa DPMD tidak hanya fokus pada penerangan tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup warga. “Kami berkomitmen untuk memperluas akses ke air bersih dan memperbaiki infrastruktur jalan, sebagai upaya kami untuk mendukung pertumbuhan dan kemajuan desa-desa di Kukar,” pungkasnya. (VY/Adv/DPMDKukar)











