HarianBorneo.com, TENGGARONG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mempercepat program pelatihan kader posyandu sebagai bagian dari upaya untuk menangani stunting. Tahun ini, DPMD Kukar telah menyelenggarakan enam dari tujuh angkatan pelatihan yang direncanakan.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa pelatihan ini penting untuk memastikan kader posyandu siap menghadapi berbagai permasalahan kesehatan. Hingga kini, sekitar 1.500 kader posyandu telah dilatih, dengan target dua kader per posyandu pada tahun ini, sedangkan dua kader tambahan akan dilatih pada 2025.
“Pelatihan ini adalah langkah lanjutan dari program sebelumnya yang hanya melibatkan ketua posyandu,” jelas Arianto.
Pelatihan melibatkan narasumber dari Balai Pemerintahan Dalam Negeri Yogyakarta, Dinas Kesehatan Kukar, dan DP2KB Kukar untuk memberikan materi yang sesuai. DPMD Kukar menargetkan seluruh kader posyandu di Kukar akan mendapatkan pelatihan yang memadai pada tahun 2025.
“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan posyandu dan mendukung penurunan angka stunting,” tambahnya.
Arianto berharap pelatihan ini dapat memperkuat peran posyandu dalam monitoring kesehatan ibu dan anak di desa-desa. (VY/Adv/DPMDKukar)











