Hujan Sebentar Sudah Tergenang, Kawasan Pinggiran Perlu Mendapat Perhatian

- Jurnalis

Jumat, 23 September 2022 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Jasno. (Foto: Ist)

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Jasno. (Foto: Ist)

HarianBorneo.com, SAMARINDA – Salah satu permasalahan di Kota Tepian yang klasik adalah persoalan banjir. Meski sebagian besar titik diakui telah berkurang jauh genangannya, namun tidak demikian di beberapa titik baru maupun kawasan pinggiran.

Persoalan inilah yang sering menjadi sorotan Komisi III DPRD Samarinda selaku partner kerja Pemkot Samarinda, khususnya dalam bidang pembangunan. Sudah menjadi kewajiban bagi komisi ini, dalam melakukan pengawasan terhadap segala kegiatan Pemkot Samarinda, termasuk yang berhubungan dengan kegiatan fisik dan lingkungan.

Menghadapi persoalan banjir saat ini, seorang Anggota Komisi III Jasno pun memiliki masukan tersendiri, khususnya untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda. Ia mewakili daerah pemilihan (dapil) Palaran, memiliki catatan khusus dalam penanganan banjir di kawasannya yang masuk dalam kategori pinggiran. Ia mengakui untuk kegiatan banjir secara keseluruhan memang sudah tersebar dari kota hingga pinggiran. Namun khusus di daerah terluar ini, memang tidak banyak kegiatan seperti di kota.

Padahal di Palaran sendiri, kata Jasno saat ini kondisinya cukup memprihatikan, lantaran di kelilingi pembukaan lahan untuk tambang. Ada yang masih aktif dan adapula yang sudah ditinggal begitu saja oleh pemiliknya.

“Contoh saja di Jalan Nahkoda, itu sudah kondisinya ada penyempitan di muara. Belum lagi aliran air dari wilayah tambang juga membebani drainase yang ada di jalan, dan pemukiman di sekitarnya,” ujar Jasno.

Tak hanya sampai di Jalan Nahkoda, Jasno mengaku genangan ini juga merembes ke kawasan lainnya, hingga ke Jalan Pepaya dan jalur menuju Peti Kemas. Bahkan saat hujan deras sebentar saja, kawasan di Kelurahan Bukuan ini sudah tergenang.

“Karena air tidak bisa mengalir dengan baik, sehingga 80 persen air dari wilayah tambang itu masuk ke daerah pemukiman masyarakat. Harusnya ini bisa dibuatkan semacam kanal atau drainase yang bisa di tembuskan ke Sungai Mahakam, karena di sana ada dua titik anak sungai yang perlu dihidupkan,” pungkas Jasno.(Im/Adv)

Berita Terkait

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik
Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat
Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet
Anhar : Rumah Sakit di Samarinda Harus Utamakan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bisnis
Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh
Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat
Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM
Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 16:53 WIB

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik

Kamis, 11 September 2025 - 16:50 WIB

Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat

Rabu, 10 September 2025 - 14:45 WIB

Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet

Selasa, 9 September 2025 - 14:40 WIB

Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh

Selasa, 9 September 2025 - 14:38 WIB

Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat

Selasa, 9 September 2025 - 14:36 WIB

Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Senin, 8 September 2025 - 14:31 WIB

DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Tertib Parkir dan Kebersihan di Citra Niaga

Berita Terbaru