HarianBorneo.com, SAMARINDA – Menjelang bulan Puasa Ramadan, Pemerintah Kota Samarinda tengah mencari tempat ideal untuk pedagang yang biasa menjajakan penganan saat bulan suci tersebut.
Merespons hal ini, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Samarinda, Kamaruddin, mengungkapkan wacana dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk memindahkan pasar Ramadhan dari GOR Segiri ke area Folder Air Hitam.
Kamaruddin menyoroti perlunya mempertimbangkan kembali wacana tersebut, mengingat proses pemindahan lokasi dapat membuat jangkauan pengunjung menjadi cukup jauh dari pusat kota.
“Kalau lokasi pasar Ramadhan pindah, jadinya masyarakat jauh lagi ke folder air hitam, terutama di persoalan jarak tempuhnya,” ungkap Kamaruddin, pada Rabu (28/2/2024).
Menurut Kamaruddin, GOR Segiri merupakan lokasi yang ideal untuk pasar Ramadhan karena memudahkan masyarakat dalam berbelanja menjelang buka puasa, mengingat keramaian dan kemudahan aksesnya, seperti pasar Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau kita lihat dari segi keramaiannya saya kira untuk lokasi di Stadion Segiri itu yang paling tepat, seperti pasar Ramadham di tahun-tahun sebelumnya” ujarnya.
Lebih lanjut, Kamaruddin menekankan bahwa pertimbangan untuk memindahkan lokasi harus memperhatikan kenyamanan dan keselamatan pengunjung, terutama dengan adanya proyek revitalisasi GOR Segiri. Namun, menurutnya, tidak perlu dipindahkan jika pemerintah dapat mengatur keamanan dan kenyamanan pengunjung dengan baik.
“Matrial proyek yang keluar masuk itu diatur aja. Kan juga ada dishub disitu untuk mengatur lalu lintasnya,” ucapnya.
Meskipun demikian, Kamaruddin menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memaksakan kehendak jika Pemerintah Kota ingin melakukan pemindahan. Dia menegaskan bahwa keputusan tersebut harus dipertimbangkan dengan matang dan memperhatikan kepentingan masyarakat.
“Tapi kalau Pemkot mengusulkan pindah tempat ya silahkan saja, mungkin disana pengunjung bisa lebih meningkat,” pungkasnya. (MR/Adv/DPRDSamarinda)











