HarianBorneo.com, SAMARINDA – Merebaknya penyakit rabies yang ditularkan lewat gigitan binatang seperti anjing dan kucing liar, mulai mengkhawatirkan masyarakat.
Kasus rabies disebut telah ditemukan di sejumlah wilayah di Kalimantan Timur. Meski demikian, Samarinda dipastikan belum terjadi jangkitan tersebut. Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menanggapi mengenai kasus rabies ini.
“Memang jumlah anjing populasinya bertambah karena yang kita tahu hampir disetiap gang di kelurahan atau jalan pasti ada saja anjing liar yang tidak di rawat atau di jaga,” ungkapnya Minggu (19/11/2023), melalui via telepon.
Deni mengatakan, salah satu bentuk pencegahan yang dianjurkan adalah keterlibatan dan penyadaran masyarakat yang memiliki hewan peliharaan untuk memberikan vaksinasi.
“Saya minta dari dinas terkait lebih memantau lagi jangan sampai anjing-anjing ini nanti bisa membahayakan masyarakat sekitar,” tuturnya.
Ia menekankan kepada Dinas Kesehatan khususnya yang berkaitan dengan perternakan untuk vaksin itu supaya lebih memantau secara optimal, jangan sampai nanti vaksin tersebut tidak terbagi rata dan hanya diberikan kepada beberapa saja.
Terakhir Deni mengatakan, jadi kuncinya adalah pengawasan dari dinas supaya lebih di optimalkan untuk vaksin rabies itu tadi yang utama. (FI/Adv/DPRDSamarinda)











