Laila Fatihah Respon Sola Rencana Peralihan Lubang Tambang Menjadi Tempat Wisata

- Jurnalis

Senin, 29 Mei 2023 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Laila Fatihah. (Foto: Ist)

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Laila Fatihah. (Foto: Ist)

HarianBorneo.com, SAMARINDA – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Laila Fatihah merespon persoalan rencana lubang tambang yang akan dijadikan tempat wisata oleh Pemerintah Kota Samarinda.

Dewan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan itu menjelaskan bahwa hal tersebut perlu untuk dikaji kembali, menurutnya dalam menciptakan wisata tentu harus memikirkan kenyamanan serta keselamatan masyarakat yang menempati daerah tersebut.

“Kita harus belajar dari kukar yang dimana bekas tambang lubang di jadikan wisata dan menurut saya itu bagus namun Pembuatan wisata juga harus memikirkan dari beberapa aspek salah satunya keselamatan,” ungkapnya, Senin, 29 Mei 2023.

Dirinya juga membeberkan terdapat perencanaan Terkait lubang tambang yang tidak beroperasi akan dibangun pabrik pembuatan Tahu dan tempe, namun hal tersebut kata dia akan berpengaruh terhadap kualitas dan nilai harga.

“Kemarin juga sempat bahwa ada lubang tambang di wilayah Samarinda yang akan di gunakan sebagai tempat Produksi Tahu dan Tempe dan harusnya Pemkot bisa memikirkan secara matang Terkait hal ini,” ujarnya.

Dikemukakannya, Pemkot Samarinda tidak serius dalam aspek Pariwisata, dalam hal ini dirinya menyinggung salah satu objek wisata yang berada di pedalaman Kaltim yakni Desa Budaya Pampang, Kelurahan Tanah Merah, Kota Samarinda, menurutnya daerah tersebut perlu diperhatikan agar nilai kebudayaannya tidak redup.

“Kalau menurut saya Desa Pampang saya kasi di angka 40 sampai 50 karena disana sudah hampir menjadi kota dan kurangnya perbaikan dan pemeliharaan serta akses jalan menju ke wilayah itu belum memadai,” Ucap Laila Fatihah.

Lebih lanjut, kata Laila, bahwa Desa Pampang belum bisa dikatakan sebagai Icon Kota Samarinda, hal ini dikarenakan penduduk Desa tersebut masih dihuni oleh Suku asli Dayak pedalaman Kalimantan.

“Menurutnya saya Desa Pampang tidak bisa dikatakan sebagai icon dari Kota Samarinda, Kalau Icon Kalimantan Timur bisa,” tutupnya. (MR/Adv/DPRDSamarinda)

Berita Terkait

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik
Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat
Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet
Anhar : Rumah Sakit di Samarinda Harus Utamakan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bisnis
Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh
Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat
Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM
Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 16:53 WIB

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik

Kamis, 11 September 2025 - 16:50 WIB

Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat

Rabu, 10 September 2025 - 14:45 WIB

Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet

Selasa, 9 September 2025 - 14:40 WIB

Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh

Selasa, 9 September 2025 - 14:38 WIB

Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat

Selasa, 9 September 2025 - 14:36 WIB

Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Senin, 8 September 2025 - 14:31 WIB

DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Tertib Parkir dan Kebersihan di Citra Niaga

Berita Terbaru