HarianBorneo.com, SAMARINDA – Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Markaca, mengingatkan adanya praktik kecurangan di pasar berupa peredaran beras oplosan maupun imitasi.
Menurutnya, isu tersebut bukan hanya menimbulkan keresahan, tetapi juga ikut memperparah lonjakan harga beras di pasaran.
Ia menjelaskan, kabar soal beras oplosan memang sering muncul setiap kali harga naik. Kondisi ini kerap dijadikan celah oleh pihak-pihak tertentu untuk memainkan harga.
“Begitu harga beras sudah naik, biasanya sulit turun lagi. Ini pola permainan yang berulang,” ungkap Markaca.
Dalam situasi ini, ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Aksi borong justru mempercepat habisnya stok di pasar dan memperparah kenaikan harga.
“Masyarakat harus bijak. Jangan terprovokasi isu yang akhirnya merugikan diri sendiri maupun orang lain,” katanya.
Lebih lanjut, ia meminta Pemerintah Kota Samarinda segera turun tangan menertibkan jalur distribusi beras. Evaluasi menyeluruh dinilai penting agar tidak ada pedagang atau distributor yang mengambil keuntungan berlebihan.
“Kalau dibiarkan, kondisi masyarakat akan makin terbebani. Pemerintah harus hadir mengatur distribusi supaya stok tetap tersedia dan harga terkendali,” tegasnya.
Markaca menambahkan, langkah cepat dari Pemkot bersama instansi terkait akan sangat membantu menenangkan situasi.“Ketegasan pemerintah memberi rasa aman kepada masyarakat sekaligus menjamin ketersediaan beras di pasaran,” pungkasnya. (RD/Adv/DPRDSamarinda)











