Pakan Mahal dan Harga Ikan Tak Stabil Hambat Pokdakan Loa Raya Berkembang

- Jurnalis

Kamis, 13 Maret 2025 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kades Loa Raya, Martin. (Foto: Ist)

Kades Loa Raya, Martin. (Foto: Ist)

HarianBorneo.com, TENGGARONG — Pelaku usaha perikanan di Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, terus berjuang menghadapi tantangan utama yang menghambat pengembangan budidaya keramba mereka. Kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) yang berjumlah sekitar 15 kelompok itu, kini harus berjibaku dengan harga pakan ikan yang tinggi serta fluktuasi harga pasar yang tidak menentu.

Kepala Desa Loa Raya, Martin, mengungkapkan bahwa ikan nila dan ikan mas merupakan komoditas utama yang dibudidayakan oleh warganya di keramba-keramba pinggir sungai. Meski sektor ini mulai menggeliat dan menjadi alternatif penghasilan masyarakat, harga pakan yang mahal membuat para peternak kerap mengalami kesulitan.

“Harga pakan sangat memberatkan. Kalau tidak ditopang dengan pendapatan tambahan atau solusi pengolahan, sulit berkembang,” ujar Martin.

Selain itu, Martin menyebut bahwa ukuran ikan yang tidak sesuai pasar juga menjadi kendala dalam pemasaran. Pasar lokal seperti Samarinda dan Sangatta lebih menyukai ikan ukuran sedang, sementara hasil panen peternak sering kali justru berukuran besar.

“Sekilo dua ekor itu malah tidak diterima pasar. Jadi, kami harus cari cara lain agar ikan-ikan ini tetap bisa bernilai ekonomi,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Desa Loa Raya telah menginisiasi pelatihan pengolahan ikan menjadi abon. Program ini ditujukan kepada ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM agar mampu menciptakan produk turunan dari hasil perikanan.

“Kami sediakan mesin pengering dan peralatan lengkap. Produk olahan ini bisa memperpanjang umur simpan ikan dan membuka pasar baru,” jelas Martin.

Lebih jauh, pemerintah desa juga tengah menjajaki kerja sama dengan koperasi dan pelaku usaha skala menengah untuk memperluas pemasaran produk.

“Kalau kita bisa bangun sistem distribusi sendiri, tidak tergantung pada tengkulak, pendapatan peternak akan jauh lebih stabil,” tambahnya.

Martin berharap ke depan, Loa Raya bisa menjadi sentra perikanan desa dengan produk olahan sebagai andalan.

“Kita kuatkan dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran. Harus berani mandiri,” pungkasnya. (VY/Adv/DiskominfoKukar)

Berita Terkait

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik
Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat
Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet
Anhar : Rumah Sakit di Samarinda Harus Utamakan Kemanusiaan, Bukan Sekadar Bisnis
Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh
Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat
Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM
Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 16:53 WIB

Pemkot Diminta DPRD Samarinda Tegas Hentikan Parkir Liar di Ruang Publik

Kamis, 11 September 2025 - 16:50 WIB

Anhar : Pejabat Tak Perlu ke Luar Negeri, Lebih Baik Utamakan Rakyat

Rabu, 10 September 2025 - 14:45 WIB

Samri Shaputra Minta Lampu Lalu Lintas Samarinda Seberang Segera Difungsikan untuk Atasi Macet

Selasa, 9 September 2025 - 14:40 WIB

Anhar Ingatkan Pejabat Publik, Kritik Adalah Kontrol Sosial, Bukan Musuh

Selasa, 9 September 2025 - 14:38 WIB

Bau Sampah dari Truk Resahkan Warga Gunung Mangga, DPRD Dorong Pemkot Bertindak Cepat

Selasa, 9 September 2025 - 14:36 WIB

Novan Dorong Pemkot Samarinda Tuntaskan Pendataan Lahan untuk Normalisasi SKM

Senin, 8 September 2025 - 14:34 WIB

Markaca Soroti Isu Beras Oplosan, Minta Pemkot Pastikan Distribusi Aman

Senin, 8 September 2025 - 14:31 WIB

DPRD Samarinda Ingatkan Pentingnya Tertib Parkir dan Kebersihan di Citra Niaga

Berita Terbaru