HarianBorneo.com, SAMARINDA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda mengusulkan agar gedung Plaza 21 dijadikan area parkir daripada diubah menjadi hotel bintang 3.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menyarankan gedung yang sudah lama terbengkalai di jalan Citra Niaga ini lebih baik dimanfaatkan untuk kantong parkir demi mengatasi masalah kesulitan parkir yang sering dihadapi masyarakat.
Menurut informasi, seorang investor telah menyatakan minat untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda guna membangun hotel di lokasi tersebut. Namun, Samri Shaputra menilai bahwa solusi parkir lebih mendesak.
“Saya setuju kalo itu dibuatkan kantong parkir, dan kantong parkir ini bisa dimanfaatkan bagi para pengunjung di Citra Niaga yang bisa dibilang jadi salah satu destinasi wisata baru di Samarinda,” ujarnya.
Samri menambahkan bahwa masalah parkir saat ini menjadi kendala bagi pengunjung yang ingin datang ke Citra Niaga, salah satu destinasi wisata baru di Samarinda. Ia menyarankan agar Plaza 21 dijadikan kantong parkir bertingkat untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Kalau disewakan ke investor pastinya mereka akan mengelola dan mencoba cari untung. Kalo kita bikin jadi kantong parkir, sehari 1000 orang parkir disitu di kalikan 5000 rupiah itu bisa miliyaran dalam satu bulan kita dapatkan,” tuturnya.
Menurut Samri, dengan banyaknya pengunjung ke Citra Niaga, area parkir menjadi sangat penting untuk menunjang kenyamanan pengunjung. “Terkadang masyarakat itu tidak semangat mendatangi tempat yang mereka inginkan itu karena mikir dimana kita mau menyimpan mobil ini,” ucapnya.
Keputusan akhir terkait pemanfaatan Plaza 21 masih menunggu langkah selanjutnya dari Pemkot Samarinda, yang harus mempertimbangkan antara kebutuhan parkir mendesak dan potensi investasi jangka panjang dari pembangunan hotel. (MR/Adv/DPRDSamarinda)











